JagatSembilan.com | Bojonegoro – Miftahul Amin Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (LPBI MWCNU) Dander hari ini, Minggu (01/12/11/2024) pagi isi materi Search and Rescue (SAR) dalam acara Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang dilakukan oleh Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Dander.
Acara itu dilaksanakan di tempat wisata “Grogolan Waterfun” Desa Ngunut Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Acara itu diikuti oleh dua puluh peserta Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama 2) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama- Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Dander beberapa waktu lalu.

Miftahul Amin Ketua LPBI MWCNU Dander sebelum memulai materi mengaku sangat bangga karena dirinya bisa membersamai kader-kader NU di masa depan.
“Menjadi anggota CBP KPP itu merupakan kebanggaan, karena CBP KPP adalah perangkat dari IPNU-IPPNU yang tak lain adalah Banom dari NU,” kata Amin.
Amin menambahkan, menjadi CBP KPP yang melakukan SAR pada orang hilang adalah tugas kemanusiaan dan itu menurut amin adalah mulia.

“Sebelum melakukan SAR pada orang hilang, pastikan diri para komandan CBP KPP dalam keadaan sehat, jangan sampai maksa dalam keadaan sakit berangkat untuk SAR. Karena nanti malah merepotkan,” terang Amin.
Amin yang juga Kabiro Infokom Satkorcab Banser Bojonegoro itu menambahkan, etika di tempat orang kena musibah itu harus dijaga.
“Hindari suara keras, ketawa-ketawa dan sebagainya di tempat orang kena musibah itu tidak berempati,” terang Amin.
Setelah itu Miftahul Amin menerangkan teknik melakukan pertolongan pada orang akan tenggelam atau sedang tenggelam
“Pertama adalah Reach. Pertolongan ini dilakukan dari darat/ pinggir kolam. Bantuan pertolongan dengan cara menjangkau atau meraih korban,” terang Amin.
Yang kedua adalah Throw. Metode Throw yaitu pertolongan menggunakan alat apung yang ada dengan cara melempar ke posisi korban dari daerah yang aman.
“Yang ketiga Row. Row yaitu penyelamat harus mendekati korban dengan menggunakan kapal kecil (perahu, kano, papan selancar atau perahu karet). Setelah dekat dengan posisi korban kembali menggunakan metode Reach atau Throw. Jika sudah dapat meraih korban, yakinkan kapal yang digunakan sudah seimbang/stabil baru kemudian korban dinaikkan ke perahu,” tambah Amin.
Amin menambahkan Keempat adalah Go. Menurut Amin langkah Go ini adalah pilihan terakhir yang dilakukan karena tidak tersedianya alat yang dipergunakan untuk mendekat dan posisi korban jauh atau berada di tempat yang tidak memungkinkan menggunakan perahu.
“Tujuannya adalah memberikan bantuan/ alat apung kepada korban agar tetap dapat mengapung. Penolong harus kontak langsung dengan korban, untuk menghindari kondisi yang buruk bagi penyelamat, pengetahuan dan keterampilan defend dan release harus dikuasai. Penolong berenang mendekati korban dengan membawa alat apung untuk memberikan pertolongan. Setelah berhasil memberikan alat apung kepada korban, penolong dapat kembali ke posisi aman atau menuju posisi aman bersama korban.” pungkas Amin.
Para peserta nampak serius mengikuti materi yang disampaikan. Sesekali Miftahul Amin memberikan kesempatan bertanya kepada peserta.
Sementara Dela Puspita Sari Sekretaris Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) KPP Dander mengatakan terima kasih kepada Miftahul Amin yang telah memberikan materi tentang SAR pada orang tenggelam.
Selesai memberikan materi dan praktek, amin mendapatkan cinderamata dari CBP KPP Dander.














