JagatSembilan.com | Jombang – Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang semakin meriah dengan hadirnya aksi sosial Muhammadiyah. Di tengah padatnya aktivitas peserta dan masyarakat, Muhammadiyah membuka posko layanan yang menyediakan makanan dan minuman gratis, termasuk 10.000 porsi bakso dan 10.000 telur rebus bagi masyarakat yang hadir dalam gelaran tersebut.
Posko tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan Muhammadiyah dalam ikut menyukseskan Muktamar NU ke-35. Tak hanya menyediakan makanan, Muhammadiyah Jombang juga menghadirkan layanan kesehatan dan menyiapkan ambulans untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama rangkaian muktamar berlangsung.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang bidang pendidikan, Ali Said, ditemui JagatSembilan.com mengatakan Muhammadiyah berkomitmen mengawal pelaksanaan Muktamar NU ke-35 sejak pembukaan hingga rangkaian kegiatan berakhir pada 31 Agustus.
“Kita akan tetap mengawal kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ini mulai sejak pembukaan kemarin itu sampai nanti tanggal 31, kita akan melayani dengan membuka posko,” ujar Ali Said. Jumat (28/08/2026).
Menurut Ali, dukungan tersebut diwujudkan melalui sejumlah layanan sosial. Muhammadiyah Jombang membuka posko kesehatan, menyiapkan 10 ambulans, serta memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, ribuan porsi makanan juga disiapkan untuk masyarakat yang mengikuti dan meramaikan Muktamar NU ke-35.
“Ada posko kesehatan, kita siapkan 10 ambulans pengobatan gratis, terus kemudian kita membuka layanan untuk bakso 10.000 mangkok dan 10.000 telur yang sudah matang,” katanya.
Pelayanan tersebut tidak dilakukan Muhammadiyah seorang diri. Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah Jombang juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Persaudaraan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui penyediaan kopi, teh, dan Pop Mie yang diberikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
“Bersama dengan teman-teman ini, PCNU Jombang, ini kopi dan teh serta Pop Mie. Itu semuanya demi untuk masyarakat NU dan masyarakat Jombang yang ikut serta menghadiri Muktamar ke-35 NU,” tutur Ali.
Bagi Ali, keterlibatan berbagai elemen dalam menyukseskan Muktamar NU ke-35 merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Ia melihat kolaborasi tersebut sebagai bentuk kebersamaan yang perlu terus dirawat dan dikembangkan.
“Alhamdulillah ini sangat menggembirakan. Jadi hal-hal seperti ini perlu untuk ditingkatkan, ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kehadiran Muhammadiyah di tengah gelaran Muktamar NU ke-35 menjadi gambaran bahwa perbedaan organisasi tidak menjadi penghalang untuk bergandengan tangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah momentum besar Muktamar NU, semangat tersebut justru hadir dalam bentuk yang sederhana dan dekat dengan masyarakat: semangkuk bakso, telur rebus, secangkir kopi, layanan kesehatan, hingga ambulans yang siap membantu.
Apa yang dilakukan Muhammadiyah Jombang menunjukkan bahwa suksesnya sebuah perhelatan besar dapat menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan kepedulian dan persaudaraan.
Lebih dari sekadar pembagian makanan gratis, posko tersebut menjadi simbol bahwa NU dan Muhammadiyah dapat berjalan bersama dalam semangat gotong royong, saling menghormati, dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.(Red)













