JagatSembilan.com | Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan rasa bangga atas suksesnya Bojonegoro menjadi tuan rumah Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) 2025. Ajang internasional yang diikuti delegasi dari enam negara itu resmi ditutup pada Closing Ceremony yang digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Jumat (14/11/2025) malam.
Gelaran ASMOPSS tahun ini berlangsung hangat dan penuh semangat persahabatan. Acara dibuka dengan pertunjukan budaya dari enam negara—Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Tajikistan, dan Kazakhstan—yang masing-masing menampilkan tarian, nyanyian, hingga cerita budaya. Riuh tepuk tangan peserta mengiringi setiap penampilan, menandai kuatnya nuansa keberagaman.
Presiden ASMOPSS, Munasprianto Ramli, mengapresiasi terselenggaranya kompetisi di Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa olimpiade tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga memperkenalkan budaya serta wisata daerah.
“Whether you win a medal or not, you’re still shining. Hopefully you can share your experiences with your family back home,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wabup Nurul Azizah mengapresiasi capaian peserta dari Bojonegoro yang berhasil meraih tiga medali. Ia menegaskan bahwa olimpiade sains dan matematika adalah ruang silaturahmi sekaligus ajang merayakan keberagaman.
“Cakrawala utama hidup adalah keberagaman. Untuk menuju Indonesia Emas 2045, kita harus berani membuka diri, belajar, dan berkompetisi. Semoga kebersamaan yang kita bangun hari ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih sukses,” ujarnya.
Usai sambutan, acara berlanjut pada momen yang paling ditunggu para peserta, yakni pemberian penghargaan bagi para juara. Sorak kegembiraan dan senyum bangga tampak dari wajah-wajah muda penerima medali, menjadi bukti kerja keras dan dedikasi mereka selama proses kompetisi.
Kebahagiaan juga dirasakan para pendamping. Napasita, pendamping dari Thailand, mengaku sangat terkesan dengan keramahan masyarakat dan pengalaman selama berada di Bojonegoro.
“It was a pleasure to visit Bojonegoro. We came with 32 children for the Olympiad, and we brought home many medals,” ungkapnya.
Dari Indonesia, kebanggaan juga disampaikan Nathan Maxwella, peraih silver medalist kategori Mathematics Primary asal Pekanbaru. Ia mengatakan bahwa selain meraih medali, berada di Bojonegoro juga memberinya pengalaman istimewa.
“Selain bertemu teman dari berbagai negara, saya juga mendapat kesempatan langka mencoba tradisi berjalan di atas api di Kayangan Api,” ungkapnya.
Closing Ceremony ASMOPSS 2025 pun berakhir dengan suasana penuh kegembiraan dan haru. Bojonegoro tak hanya menjadi tuan rumah kompetisi internasional, tetapi juga rumah kedua yang menyatukan budaya, persahabatan, dan mimpi besar generasi muda Asia.












