Jaga Tradisi Khidmat, Pagar Nusa Balen Sowan Kiai Sepuh NU

Pagar Nusa Balen sowan ke Kiai Hisbullah NU Balen Bojonegoro
PAC Pagar Nusa Balen bersama kader saat sowan ke Kiai Hisbullah dalam momentum Idul Fitri 1447 H di Bojonegoro.

JagatSembilan.com | Bojonegoro — Dalam rangka menjaga tradisi dan kesakralan berkhidmat kepada ulama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Balen bersama pengurus ranting menggelar kegiatan sowan kepada para kiai dan ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah MWCNU Balen. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam momentum Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (25/03/2026).

Kegiatan sowan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan spiritual dan organisatoris antara pendekar Pagar Nusa dengan para kiai sebagai pembimbing utama di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Adapun para tokoh kiai dan ulama yang dikunjungi dalam kegiatan tersebut antara lain:

  1. Drs. KH. Hilmi Al Jumadi (YPPRT)
  2. H. Hisbullah (YPPRT)
  3. K. Shofiyullah (YPPRT)
  4. Drs. KH. Mulazim, M.Pd.I (Balenrejo)
  5. Drs. KH. Asnawi Sidqon, M.Pd.I (Kemamang)
  6. K. Noer Zainuddin Al Jumadi (Kabunan)
  7. Drs. H. Mariyadi, M.Pd.I (Prambatan)
  8. M. Yasin, S.Pd.I (Pilanggede)
  9. M. Ali Asnan (Mulyorejo)

Ketua PAC Pagar Nusa Balen, yang akrab disapa Gus Baba, menegaskan bahwa Pagar Nusa sesuai namanya memiliki peran sebagai “pagar” atau benteng bagi Nahdlatul Ulama, para kiai, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pagar Nusa harus selalu menjadi benteng bagi NU, para kiai, dan bangsa Indonesia,” ujarnya di hadapan para kader.

Gus Baba juga menekankan pentingnya loyalitas dan khidmat kepada para kiai. Menurutnya, kekuatan seorang pendekar tidak semata berasal dari kemampuan fisik, tetapi juga dari keberkahan para ulama.

“Seandainya kami memiliki ribuan jurus atau kebal senjata, itu hanya sebagian kecil dari kemampuan kami. Kami meyakini bahwa sebagian besar kekuatan kami berasal dari energi para kiai dan masyayikh,” ungkapnya.

Ia pun menginstruksikan kepada seluruh kader Pagar Nusa di tingkat ranting dan rayon untuk terus menjaga tradisi sowan kepada kiai. Hal tersebut dinilai sebagai upaya menjaga keberkahan serta memperkuat nilai spiritual dalam berorganisasi.

Lebih lanjut, Gus Baba mengutip pesan Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil Haris, yang menegaskan pentingnya kedekatan dengan kiai bagi setiap pendekar.

“Jika ada pendekar Pagar Nusa yang tidak mau sowan kepada kiai, maka dipersilakan keluar dari Pagar Nusa,” tegasnya.

Sebagai alumni salah satu pesantren di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Gus Baba juga menyampaikan bahwa keberadaan Nahdlatul Ulama dan Pagar Nusa merupakan kebutuhan bagi para kader.

“Bukan NU dan Pagar Nusa yang membutuhkan kita, tetapi justru kita yang membutuhkan NU dan Pagar Nusa,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, para santri dan pendekar Pagar Nusa Balen diharapkan dapat terus istiqamah dalam sowan kepada kiai serta menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *