PCNU Tuban Matangkan Agenda Puncak Satu Abad NU, Fokus Ziarah Mu’assis dan Konsolidasi Organisasi

PCNU Tuban Laksanakan koordinasi

JagatSembilan.com | Tuban – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tuban mematangkan rangkaian peringatan puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang jatuh pada 16 Rajab 1444 Hijriah dan bertepatan dengan 7 Februari 2026 Masehi.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor PCNU Tuban, Selasa (13/1/2026), pukul 14.00–16.00 WIB.

Rapat dihadiri jajaran Syuriyah yang dipimpin Rais PCNU Tuban Dr. K.H. Achsan Ghozali, M.A., Tanfidziyah yang dipimpin Ketua PCNU Tuban K.H. Ahmad Damanhuri, S.Pd.I., serta para Ketua MWCNU se-Kabupaten Tuban. Forum ini menyepakati tiga agenda besar sebagai penanda peringatan satu abad NU sekaligus penguatan konsolidasi jam’iyah.

Agenda pertama adalah ziarah mu’assis (pendiri) NU di sejumlah titik bersejarah di Tuban. Ziarah akan dilaksanakan serentak pada 30 Januari 2026, kecuali wilayah Jenu yang digelar sehari lebih awal, 29 Januari 2026. Kegiatan ini dibagi ke dalam empat klaster wilayah.

Klaster Barat meliputi makam K.H. Misbah, K.H. Fadhol, dan K.H. Sarbini di Senori, diikuti MWCNU Parengan, Jatirogo, Kenduruan, Singgahan, Bangilan, dan Senori.

Klaster Timur terpusat di Widang, yakni ziarah ke makam keluarga Langitan, diikuti MWCNU Plumpang, Rengel, Widang, Soko, dan Grabagan.

Klaster Kota mencakup ziarah ke makam Sunan Bonang, K.H. Murtaji, dan K.H. Moh. Nur, dengan peserta MWCNU Tuban, Kerek, Semanding, dan Palang.

Sementara Klaster Tengah–Jenu meliputi makam Kaliuntu dan Astana, diikuti MWCNU Tambakboyo, Bancar, Jenu, Montong, dan Merakurak.

Agenda kedua, PCNU Tuban akan mengirimkan 1.000 jamaah untuk mengikuti peringatan puncak Hari Lahir NU pada 8 Februari 2026 yang dipusatkan di Stadion Gajayana Malang.

Peserta terdiri atas jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Tuban, lembaga PCNU, badan otonom (banom), MWCNU se-Kabupaten Tuban, hingga pengurus ranting NU.

 

Agenda ketiga adalah Turba (Turun ke Bawah) bertajuk Silaturrahim dan Konsolidasi Jam’iyah PCNU Tuban yang dimulai 3 Februari 2026. Turba dilaksanakan di setiap MWCNU dengan melibatkan pengurus MWCNU dan ranting NU.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan komunikasi organisasi, mengidentifikasi persoalan di tingkat bawah, menyusun strategi kerja, serta meningkatkan motivasi dan semangat pengurus.

Secara teknis, Turba dilakukan secara partisipatif melalui diskusi dan penyerapan gagasan dari MWCNU dan ranting demi kemajuan NU di Tuban.

Rais PCNU Tuban Dr. K.H. Achsan Ghozali, M.A., menegaskan bahwa peringatan satu abad NU memiliki makna strategis bagi penguatan peran organisasi.

“Peringatan Harlah satu abad NU menjadi momentum bagi NU, khususnya PCNU Tuban, terutama dalam melayani umat. Selain itu, penting bagi warga NU untuk mengetahui sejarah NU di Tuban, sehingga mengenang para pendiri melalui ziarah mu’assis menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Senada, Ketua PCNU Tuban K.H. Ahmad Damanhuri, S.Pd.I., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan titik penanda penguatan konsolidasi organisasi. “Ziarah mu’assis kami maknai sebagai upaya menghidupkan ruh PCNU Tuban, sementara Turba menjadi ikhtiar memperkuat organisasi hingga ke tingkat MWC dan ranting,” katanya.

Dengan tiga agenda utama tersebut, PCNU Tuban berharap peringatan Satu Abad NU tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi sejarah, penguatan struktur, dan peningkatan pelayanan jam’iyah kepada umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *