JagatSembilan.com | Bojonegoro – Perubahan Iklim Global yang menjadikan musim semakin gak teratur sebagaimana lazimnya, membuat keresahan di masyarakat. pada umumnya, interaksi manusia dengan alam cenderung memposisikan alam sebagai objek, bukan hubungan yang saling membutuhkan. Ini yg mengkhawatirkan.
Tak terkecuali Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Bojonegoro. Sore ini Rabu, 07/08/2024) pukul 15.30 WIB, dengan latar belakang itu, ISNU Bojonegoro akan membuat Kajian Ekologi. Kajian Ekologi itu rencananya akan dihadiri oleh Dr. H. Yogi Prana Izza, Lc, MA Ketua ISNU Bojonegoro.
Pada pemantik kajian ada Divisi Dakwah ISNU Bojonegoro yang juga founder SAMAWA IND. Sementara untuk narasumber ada Muhammad Sholihin Divisi Dakwah ISNU Bojonegoro yang juga Founder Ruang Diroyah IND dan Lilik Budi Witoyo Divisi Hukum.
Ustadz Yogi sapaan akrab dari Dr. H. Yogi Prana Izza mengatakan, ada indikasi bahwa kerusakan lingkungan itu disebabkan oleh krisis spiritual. Dalam dunia tasawuf dikenal dengan tama’ (rakus).
“Maka kajian ekologi ini akan dilihat dari berbagai aspek dan disiplin ilmu para pematerinya yang nota bene adalah santri,” terang Ustadz Yogi.
Ustadz Yogi juga menambahkan, Insyallah akan ada 12 kali kajian Ekologi yang akan dilakukan ISNU Bojonegoro.
“Mudah-mudahan luarnya bisa terbit sebuah buku tentang ekologi dalam prespektif santri.” pungkas Ustadz Yogi.














