JagatSembilan.com | Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Mentoro, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menggelar musyawarah desa untuk menetapkan jadwal pelaksanaan sedekah bumi tahun 2025.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh berbagai unsur kelembagaan desa, antara lain Pemdes, BPD, LPMD, Karang Taruna, para tetua desa, serta ketua RT dan RW.
Hasil musyawarah menyepakati dua titik pelaksanaan sedekah bumi yang akan diselenggarakan pada bulan Juni 2025 dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya.
Sedekah bumi pertama akan digelar pada Sabtu Pahing, 14 Juni 2025 di makam Mbah Duro Mentoro. Acara akan diawali dengan istighosah dan pengajian, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang digelar selama sehari semalam.
Pertunjukan wayang kulit siang hari akan dilaksanakan di area makam Eyang Duro, sementara malam harinya berpindah ke rumah Kepala Desa Mentoro Padiran. Wayang kulit akan dibawakan oleh Ki Susiyanto, dalang asal Rengel yang telah dikenal luas.
Sementara itu, penutupan rangkaian sedekah bumi akan berlangsung pada Selasa Kliwon, 17 Juni 2025 di lokasi pesarean Syeh Abdur Rohim/Pangeran Pringgodani yang berada di Dusun Singkil. Kegiatan akan diawali pada malam sebelumnya (Senin malam) dengan istighosah dan pengajian akbar yang melibatkan seluruh warga.
Kemudian pada pagi harinya, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit di lokasi pesarean, dan malam harinya kembali digelar wayang kulit bersama Ki Susiyanto, kali ini berlokasi di rumah Kepala Dusun Singkil, Wakhid Hasyim.
Wakhid Hasyim menyampaikan bahwa kegiatan sedekah bumi merupakan bagian penting dari tradisi warga yang sarat nilai spiritual dan budaya.
“Ini adalah warisan leluhur yang tetap kami jaga. Sedekah bumi bukan hanya bentuk rasa syukur, tapi juga sarana memperkuat persaudaraan antar warga,” ujar Wakhid Hasyim.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan menjadi momen berharga dalam mempererat hubungan sosial serta melestarikan budaya lokal yang telah turun-temurun dijaga oleh masyarakat Desa Mentoro.













