Pemkab Bojonegoro Luncurkan “KaGeT”, Wisata Geopark yang Padukan Alam, Budaya, dan Edukasi Migas Tradisional

Pembukaan KaGeT oleh Budi Djatmiko Suami Wakil Bupati Bojonegoro
Pembukaan KaGeT oleh Budi Djatmiko Suami Wakil Bupati Bojonegoro dengan memecahkan kendi di depan Jeep pertama di Agroforestri Hargomulyo Sabtu (30/05/2026)

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi meluncurkan Kedewan Geopark Trip (KaGeT) di kawasan Agroforestri Dusun Dangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (30/05/2026).

Peluncuran paket wisata tersebut menjadi tonggak baru pengembangan pariwisata Geopark berbasis potensi lokal di wilayah barat Bojonegoro. KaGeT dirancang sebagai wisata terpadu yang menggabungkan keindahan alam, budaya lokal, pertanian, kuliner, hingga edukasi sejarah perminyakan tradisional yang menjadi identitas Kecamatan Kedewan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto, Budi Djatmiko selaku suami Wakil Bupati Bojonegoro, Asisten Daerah Bojonegoro Dr. Drs. Kusnandaka Tjatur Prasetijo, M.Si, Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina beserta jajaran.

Dari unsur legislatif tampak hadir Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, Sekretaris Komisi B Sigit Kushariyanto, anggota Komisi B Donny Bayu Setiawan, anggota Komisi C M. Khoirul Anam, serta Sekretaris DPRD Bojonegoro Yayan Rohman.

Turut hadir pula Ketua Indonesian Off-Road Federation (IOF) Bojonegoro Budi Irawanto, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kependudukan dan Capil, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Perinaker, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinpora, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Direktur PDAM, Direktur PD BPR, Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita drg. Sofan Solikin,

Nampak hadir juga ada Ketua IWAPI Bojonegoro, IKIP Bojonegoro, Forkopimca Kedewan, Camat Padangan, Camat Kasiman, Kepala desa se-Kecamatan Kedewan, Pokdarwis Kecamatan Kedewan, komunitas masyarakat, serta pengunjung Agroforesty Hargomulyo lainnya.

Elzadeba Agustina Kepala Disbudpar Bojonegoro sambutan pembukaan KaGeT
Elzadeba Agustina Kepala Disbudpar Bojonegoro saat menyampaikan sambutan acara launching KaGeT di Agroforestri Hargomulyo

Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menjelaskan bahwa KaGeT merupakan paket wisata yang disiapkan dengan konsep yang jelas melalui proses kajian dan kolaborasi berbagai pihak.

“Potensi wisata Kedewan sebetulnya sudah ada sejak dahulu, hanya tinggal bagaimana potensi-potensi itu kita kumpulkan dan kita kembangkan, kemudian kita wujudkan dalam paket wisata,” ujarnya.

Menurut Elzadeba, pengembangan KaGeT diawali dengan kajian akademis oleh IKIP PGRI Bojonegoro dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda.

“Semuanya semangat untuk bisa mewujudkan Kedewan ini sebagai salah satu paket wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro,” tambahnya.

Ia optimistis paket wisata tersebut dapat dikenal lebih luas melalui promosi digital dan keterlibatan berbagai komunitas.

“Insya Allah nanti paket wisata Geopark Kedewan “KaGeT” tidak hanya dikenal di kabupaten kita, tapi sampai nantinya di tingkat nasional dan internasional,” kata Elzadeba.

Edi Susanto Sekretaris Daerah Bojonegoro saat memberikan sambutan
Edi Susanto Sekretaris Daerah Bojonegoro saat memberikan sambutan

Sementara itu, Sekda Bojonegoro Edi Susanto menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya bertujuan mendatangkan wisatawan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sebagaimana arahan Pak Bupati Wahono, pariwisata itu tidak hanya mendatangkan wisata, tetapi membangun ekosistem. Dengan membangun ekosistem ini diharapkan seluruh elemen masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Edi.

Ia juga meminta Disbudpar Bojonegoro terus berinovasi, terutama dalam promosi digital agar wisata Kedewan semakin dikenal luas.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata harus terus melakukan inovasi dalam pemasaran digital sehingga ada narasi yang kuat untuk wisata Kedewan di seluruh platform yang ada. Kegiatan ini tidak hanya ramai saat launching, tetapi harus memiliki keberlanjutan,” tegasnya.

Edi juga berharap pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pelaku wisata menjadi garda terdepan dalam menjaga kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban destinasi wisata di Kedewan.

“Harapan kita bersama mudah-mudahan kegiatan hari ini menjadi awal dari kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan di Kecamatan Kedewan ini,” imbuhnya.

Usai memberikan sambutan, Edi Susanto secara resmi meluncurkan Kedewan Geopark Trip (KaGeT) yang disambut antusias wisatawan.

Menjelajah Kedewan dalam Satu Paket Wisata

KaGeT menawarkan pengalaman wisata edukatif yang mengajak pengunjung menjelajahi berbagai potensi unggulan Kecamatan Kedewan dalam satu rangkaian perjalanan.

Petualangan dimulai dari kawasan Agroforestri Hargomulyo yang menjadi titik keberangkatan peserta. Dari lokasi ini wisatawan diajak menuju Kampung Tumo untuk merasakan suasana pedesaan yang masih terjaga.

Di kampung tersebut, wisatawan dapat menikmati sajian khas berupa Alpugan (Alpukat Degan Poro Juragan), minuman berbahan dasar alpukat yang disajikan dengan sentuhan kearifan lokal masyarakat setempat.

Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri jalanan tanah di tengah hamparan hijau dan perbukitan yang menjadi ciri khas bentang alam Kedewan. Panorama alam yang tersaji sepanjang perjalanan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Selanjutnya wisatawan diajak singgah di Rumah Singgah Geopark untuk memperoleh wawasan mengenai potensi geologi Kedewan, sejarah kawasan, serta kehidupan masyarakat yang tumbuh berdampingan dengan alam selama bertahun-tahun.

Rangkaian perjalanan berlanjut menuju hamparan alang-alang yang menawarkan pemandangan perbukitan dan sumur minyak tradisional dari kejauhan. Lokasi ini menjadi salah satu titik favorit karena menyajikan panorama alam khas Kedewan yang membentang luas.

Dari sana wisatawan menuju Sumur Meluntur untuk menyaksikan secara langsung aktivitas eksplorasi minyak tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat hingga saat ini. Tidak hanya melihat, wisatawan juga dapat mencoba secara langsung proses pengambilan minyak dengan metode tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sebagai penutup, rombongan kembali ke Agroforestri Hargomulyo untuk menikmati kuliner khas berupa sego gulung serta berbelanja berbagai produk UMKM yang dipasarkan masyarakat setempat.

Potensi Lokal Ikut Terdongkrak

Selain memperkenalkan destinasi wisata, peluncuran KaGeT juga menjadi ajang promosi berbagai potensi lokal Kecamatan Kedewan.

Suwanto, pengelola Agroforestri Dusun Dangilo, menjelaskan bahwa kawasan yang dikelolanya telah berkembang selama dua tahun terakhir dengan luas mencapai sekitar 65 hektare. Berbagai tanaman produktif dibudidayakan di kawasan tersebut, mulai alpukat hingga komoditas pertanian lainnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari para pelaku UMKM yang turut merasakan dampak positif kegiatan tersebut. Sarinah, penjual Dawet Asli Beji, mengaku senang dengan adanya peluncuran KaGeT karena mampu meningkatkan jumlah pengunjung.

“Alhamdulillah dagangan saya laris. Semoga setelah launching ini wisatawan yang datang ke Kedewan semakin banyak,” ujarnya.

Trimanto menunjukkan nanas Dewo

Sementara itu, Trimanto menarik perhatian pengunjung dengan memamerkan nanas unggulan jenis Dewo atau Gede Dowo yang memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan nanas pada umumnya.

M. Choirul Anam anggota komisi C DPRD Bojonegoro sangat mengapresiasi Launching KaGeT oleh Disbudpar Bojonegoro. Menurutnya Ia siap mendukung. Selain itu Ia juga mengajak berbagai stakeholder di Kabupaten Bojonegoro untuk ikut mensukseskan promosi wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan menggabungkan wisata alam, budaya, pertanian, kuliner, dan sejarah perminyakan tradisional dalam satu paket perjalanan, KaGeT diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan baru Kabupaten Bojonegoro sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan di kawasan Kedewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *