JagatSembilan.com | Surabaya – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak harmoni sosial dengan menjadi bagian penting dalam kegiatan silaturahmi dan dialog lintas iman yang digelar Forum Pemuda Lintas Agama Jawa Timur. Kegiatan bertema “Harmoni Dalam Kebersamaan” ini berlangsung pada Senin malam, 29 Desember 2025, di Balai Paroki Santo Yakobus, Citraland, Surabaya.
Forum yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog strategis bagi organisasi kepemudaan lintas agama untuk memperkuat jejaring kebersamaan, membangun kolaborasi positif, serta mendorong terwujudnya Jawa Timur yang inklusif dan berkeadaban. PW GP Ansor Jawa Timur tampil aktif dalam mengonsolidasikan dialog lintas iman sebagai bagian dari komitmen kebangsaan dan kebhinekaan.
Kegiatan ini mempertemukan pemuda dari beragam latar belakang agama, keyakinan, dan organisasi kepemudaan. Dalam suasana dialog yang terbuka dan konstruktif, para peserta saling berbagi gagasan serta pengalaman mengenai peran strategis pemuda dalam menjaga kerukunan dan merawat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur.
Sejumlah pimpinan organisasi pemuda tingkat provinsi turut hadir, di antaranya Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua Pemuda Katolik Jawa Timur, Ketua Pemuda Hindu Jawa Timur, Ketua DPD GAMKI Jawa Timur, Ketua GEMABUDHI Jawa Timur, Ketua Pemuda LDII Jawa Timur, pengurus PKC PMII Jawa Timur, serta perwakilan berbagai organisasi kepemudaan lainnya.
Forum Pemuda Lintas Agama Jawa Timur ini merupakan pertemuan kedua setelah sebelumnya digelar pada tahun 2024 di Kantor PW GP Ansor Jawa Timur. Keberlanjutan forum tersebut menegaskan konsistensi PW GP Ansor Jatim bersama elemen pemuda lintas iman dalam menjaga ruang dialog dan kerja sama yang berkesinambungan.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, yang memandu jalannya dialog, menyampaikan bahwa forum ini lahir dari kesadaran kolektif pemuda lintas agama untuk membangun kolaborasi nyata demi merawat harmoni dalam keberagaman.
“Ini adalah wujud kesadaran kolektif teman-teman pemuda lintas agama untuk saling berkolaborasi. Harmoni dalam keberagaman tidak cukup hanya diserukan, tetapi harus dirawat melalui perjumpaan, dialog, dan kerja sama nyata,” ujar Musaffa Safril.
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Jawa Timur menegaskan pentingnya ruang perjumpaan lintas iman sebagai fondasi persaudaraan sejati di kalangan pemuda.
“Ketika pemuda dari latar belakang yang berbeda mau duduk bersama dan saling mendengar, di situlah persaudaraan dan benih perdamaian benar-benar tumbuh,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur menyampaikan bahwa dialog lintas organisasi dan lintas iman merupakan langkah strategis untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.
“Dialog lintas iman membuka ruang saling memahami dan mengikis prasangka. Dari sinilah kolaborasi pemuda untuk kemajuan masyarakat dapat terus dibangun,” tuturnya.
Melalui forum ini, PW GP Ansor Jawa Timur bersama Forum Pemuda Lintas Agama Jatim meneguhkan komitmen bersama untuk terus menjaga harmoni sosial, memperkuat inklusivitas, serta mendorong kolaborasi konkret antar pemuda demi terciptanya kehidupan masyarakat Jawa Timur yang rukun, damai, dan berkeadaban.














