Peringati Hari Pahlawan Ponpes Al-Rosyid Gelar Berbagai Lomba, Pancing Semangat Tiru Pahlawan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Momentum Hari Pahlawan tahun 2024, Pondok Pesantren Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro hari ini, Minggu (10/11/2024) gelar berbagai lomba.

Menurut Ibrahim Musthofa salah satu anggota OSIS Pondok Pesantren Al-Rosyid menuturkan, ada empat lomba yang dilaksanakannya.

“Pertama adalah lomba Paskibraka, kedua lomba singer, lomba tata busana dan juga lomba baca puisi,” terang Ibrahim Musthofa.

Dia menambahkan, setiap lomba yang ada dari panitia pelaksana menyerahkan formatnya pada penanggung jawab (PJ) yang ditunjuk saat rapat OSIS.

“Lomba dilaksanakan di empat lokasi berbeda dengan juri dari ustadz-ustadz mutakhorijin Ponpes Al-Rosyid yang mempunyai kapabilitas lomba itu,” terang Ibrahim.

Pengamatan jagatsembilan.com di lokasi lomba memperlihatkan, antusiasme peserta yang ada. Nampak peserta begitu total dalam menyajikan kemampuan terbaiknya.

Walaupun panas sangat terik, para peserta tetap berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan kostum yang cukup menarik.

Para supporter masing-masing kelas juga tak kalah atraktif dalam mendukung. Para supporter itu menciptakan yel-yel untuk menyemangati yang didukungnya dengan yel-yel secara bersama-sama.

KH. Alamul Huda Masyhur Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid dalam keterangannya mengatakan, peringatan 10 November ini tidak hanya memperingati belaka, tapi Ponpes Al-Rosyid berusaha mengambil nilai-nilai juang yang ada pada Pahlawan dulu.

“Kita ambil semangatnya, kedisiplinan, pantang menyerah dan juga militansi dalam membebaskan Negara Indonesia dari penjajah yang itu semua harus dimiliki para santri Ponpes Al-Rosyid,” terang Gus Huda sapaan akrab dari KH. Alamul Huda Masyhur.

Gus Huda yang juga Ketua MUI Bojonegoro itu menambahkan, karena Indonesia saat ini membutuhkan generasi yang kuat dan berani berinovasi dan kreatif.

“Mau tidak mau, santri Al-Rosyid harus bisa mewarisi nilai-nilai luhur yang dimiliki para Pahlawan,” tegas Gus Huda yang sangat aktif dalam kegiatan kerukunan umat beragama itu.

Menurut Gus Huda, ikon yang paling jelas dalam peringatan 10 November adalah santri, karena menurutnya dulu sebagai sang pencetus jihad membela negara terutama kaum santri adalah KH. Hasyim Asy’ari Pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

“Saat perang ada KH. Abas Buntet, anak mudanya Bung Tomo arek-arek Suroboyo, KH. Yusuf Hasyim dan sebagainya,” tegas Gus Huda serius.

Menurut Gus Huda, nilai-nilai berani berkorban harus diwariskan kepada generasi muda.

“Berani berkorban bahu, bondo, pikir kalau perlu nyawa untuk membela negara lillahi ta’ala harus diwariskan kepada generasi muda. Tidak sekedar peringatan belaka tanpa ada pewarisan nilai-nilai luhur pahlawan,” terang Gus Huda.

Gus Huda juga menambahkan, jangan sampai generasi yang ada adalah generasi yang pengecut, lebay yang menggantungkan hidupnya pada orang lain.

“Indonesia mestinya juga mampu tanpa bantuan negara lain, karena semuanya kita punya, sumber daya alam dan sumber daya manusia kita punya. Hanya saja takut saja,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *