Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Komite Ekraf Bojonegoro Koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 

Pertemuan Komite Ekraf Bojonegoro dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro membahas sinergi pengembangan ekonomi kreatif
Suasana pertemuan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan ekonomi kreatif daerah.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Tim Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Selasa (03/02/2026), guna menyelaraskan program kerja sekaligus membangun komunikasi awal dengan Kepala Disbudpar Bojonegoro yang baru.

Rombongan Tim Komite Ekraf Bojonegoro dipimpin langsung oleh Ketua Komite Ekraf Bojonegoro, Alfian dan diterima secara hangat oleh Elzadeba Agustina, SH., M.Kes. Kepala Disbudpar Bojonegoro beserta Sekdin dan Kabid Ekraf di kantor Disbudpar.

Dalam pertemuan tersebut, Alfian menyampaikan bahwa Komite Ekraf Bojonegoro telah menjalankan sejumlah kegiatan kolaboratif bersama pemerintah daerah maupun komunitas kreatif.

“Kami telah menjadi pelaksana kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Bojonegoro. Selain itu, kami juga menggelar kegiatan bersama sekitar 20 komunitas kreatif melalui agenda Bolo Fest,” ungkap Alfian.

Ia menegaskan bahwa Komite Ekraf Bojonegoro siap menjadi mitra strategis Disbudpar dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui kolaborasi program dan penguatan kapasitas pelaku ekraf lokal.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro menekankan bahwa pengembangan pariwisata dan kebudayaan ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada potensi yang sudah ada, melainkan harus mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata.

“Pariwisata dan kebudayaan itu tidak bisa lagi hanya bicara soal yang sudah pasti, seperti Kayangan Api, geopark, atau kesenian yang sudah kita miliki. Yang lebih dibutuhkan sekarang adalah bagaimana pariwisata dan kebudayaan itu memberi efek ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, ekonomi kreatif dapat masuk dari berbagai sisi, baik pariwisata maupun kebudayaan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ekonomi kreatif bisa masuk dari sisi pariwisata, bisa juga dari sisi kebudayaan. Tujuan akhirnya selain membahagiakan, juga harus mendatangkan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya mendorong Komite Ekraf Bojonegoro untuk terus bersinergi dengan program-program yang telah berjalan di Disbudpar, baik di sektor seni, UMKM, maupun subsektor kreatif lainnya.

“Kami mendukung teman-teman Komite Ekraf untuk terlibat dan bersinergi dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Disbudpar, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif, agar tampilan pariwisata dan kebudayaan Bojonegoro semakin menarik dan bernilai ekonomi,” tandasnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, serta diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang lebih konkret antara Komite Ekraf Bojonegoro dan Disbudpar Bojonegoro dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *