Persatuan Santri dan Alumni Sunan Drajat Dukung WanNur dalam Pilkada 2024

Oplus_0

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Persatuan Santri dan Alumni Sunan Drajat (Pessandra) Kabupaten Bojonegoro dukung dan doakan Setyo Wahono dan Nurul Azizah (WanNur) dalam Pilkada 2024. Hal itu diutarakan oleh Abdul Kholiq Ketua Passandra Bojonegoro kemarin sore Minggu (01/09/2024).

Abdul Kholiq mengutarakan itu pada pertemuan Passandra se Kabupaten Bojonegoro di Gedung Tri Darma Jl. Jaksa Agung Suprapto Bojonegoro.

Hadir pada acara itu, Setyo Wahono Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bojonegoro, Muhajirin Ketua Pengurus Pusat Passandra, Gudfan Arif Bendahara PBNU yang juga Putra KH. Abdul Ghofur Pendiri Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan.

Abdul Kholiq Ketua PC Pessandra Bojonegoro, meminta kepada alumni Sunan Drajat di Bojonegoro untuk mensukseskan pilkada dan mendukung WanNur untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2024-2029.

Gus Ubeh sapaan akrab dari Abdul Kholiq juga mengutip kalimat dari Mbah Kanjeng Raden Qosim Sunan Drajat yang berbunyi

“Sapa wonge sing gelem ngidekna sikile nek tanah Sunan Drajat mangka derajate bakal dhuwur”.

“Barang siapa yang menginjakkan kaki nya di bumi sunan drajat maka akan di angkat derajatnya,” kata Gus Ubeh.

Sementara Muhajir Ketua Umum PP Pessandra, mengaku tidak ragu terhadap Setyo Wahono karena memiliki segudang pengalaman yang malang melintang di organisasi dan menduduki jabatan penting dalam perusahaan.

“Kami harap Mas Wahono dapat bekerja sama dengan Pessandra karena anggota Pessandra Bojonegoro sangat militan dan sudah banyak alumni-alumninya yang menjadi kyai, tokoh masyarakat, bahkan menjadi pendidik,” ucap Muhajir.

Sedangkan wakil pengasuh Ponpes Sunan Drajat, Gus Gudfan Arif meminta para alumnus memberikan dukungan dukungan untuk memenangkan Mas Wahono dan Mbak Nurul Azizah. Karwna keduanya layak memimpin Bojonegoro.

“Harapan kami Pessandra Bojonegoro mempunyai kantor di Bojonegoro,” ujar Gus Gudfan mengurai asa.

Di tempat yang sama, Bacabup Setyo Wahono merasa sangat bersyukur yang luar biasa. Dia dan Nurul Azizah berterima kasih atas dukungan alumni Sunan Drajat terhadap pihaknya.

“Sedikit saya menceritakan biografi saya. Saya itu aslinya orang Dolokgede. Konsep yang saya bangun kemakmuran dan kebanggaan,” beber Wahono.

Hal pertama ia mulai di bidang ekonomi. Ini karena Bojonegoro kemiskinannya masih tinggi, padahal APBD-nya sangat besar mencapai Rp8,2 triliun.

Kemudian yang kedua ialah pertanian, lalu industri adat karya, dan pendidikan sebagai tonggak untuk memperkuat generasi muda, dan insentif untuk para guru madrasah dan juga Paud.

“Selanjutnya mengenai kewirausahaan, di pesantren harapan saya para santri yang lulus bisa mandiri. Dan infrastruktur untuk pesantren (agar) semua pesantren bisa menikmati fasilitas yang di bangun pemerintah,” tuturnya.

Setyo Wahono juga mengucapkan, terima kasih atas dukungan yang diberikan yang sangat luar biasa,

“Atas do’a dari Gus Gudfan dan Abah Kyai Ghofur serta para santri alumni Bojonegoro,” ungkap Wahono.

Salah satu alumnus Sunan Drajat, Nasrulloh Muhammad, yang kini sedang menempuh pendidikan S2 menarik kesimpulan dari pernyataan Bacabup Bojonegoro dengan harapan, yakni ingin membuatkan program untuk Pessandra Bojonegoro.

“Sehingga kita tetap menjalin komunikasi untuk kemajuan bersama dan membangun Bojonegoro lebih produktif,” harapnya.

Pondok Pesantren Sunan Drajat didirikan oleh KH. Abdul Ghofur. Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan juga disebut dengan Pesantren enterpreuner karena memiliki banyak bidang usaha seperti garam samudra, air minum aidrat, Toserba Sunan Drajat dan masih banyak lagi usaha lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *