Pertamina dan IDFoS Kembangkan Peternakan Berkelanjutan di Tuban

Sosialisasi Program SATERA oleh Pertamina EP Cepu Field Zona 11 dan IDFoS Indonesia di Desa Banyu Urip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.
Perwakilan PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11, IDFoS Indonesia, pemerintah desa, dan warga mengikuti sosialisasi Program Swasembada Ternak Sejahtera (SATERA) di Desa Banyu Urip, Kecamatan Senori, Tuban, Selasa (9/6/2026)

JagatSembilan.com | Tuban – PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11 bersama IDFoS Indonesia menyelenggarakan Sosialisasi Program Swasembada Ternak Sejahtera (SATERA) di Desa Banyu Urip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang bertujuan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan yang berkelanjutan.

Sosialisasi dihadiri puluhan peserta yang terdiri atas perwakilan PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11, Pemerintah Desa Banyu Urip, IDFoS Indonesia, calon pengurus kelompok ternak, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan program sekaligus membangun pemahaman bersama terkait tujuan, tahapan pelaksanaan, dan manfaat Program SATERA.

Dalam sambutannya, Edi Arto, perwakilan PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11, menjelaskan bahwa Program SATERA dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan potensi ekonomi dan kesejahteraan warga desa.

“Program SATERA merupakan upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat dan pendapatan desa melalui pengembangan peternakan yang berkelanjutan.” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait tahapan kegiatan, bentuk pendampingan, serta jangka waktu pelaksanaan program agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dan dapat berpartisipasi secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Rizal Zubad Firdausi, Manajer Program IDFoS Indonesia, menjelaskan peran IDFoS Indonesia sebagai lembaga pendamping yang berfokus pada pengembangan masyarakat berbasis data. Menurutnya, setiap tahapan program akan dilakukan secara terukur mulai dari pengumpulan data, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi.

“Dalam Program SATERA, peserta akan memperoleh pelatihan dasar budidaya ternak, pelatihan manajemen kelompok, serta pendampingan teknis selama program berlangsung. IDFoS Indonesia juga membuka ruang diskusi dan konsultasi bagi masyarakat maupun pengurus kelompok selama pelaksanaan program,” jelas Rizal.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Salah satunya membahas kontribusi program terhadap pengurangan pengangguran dan mekanisme pengelolaan kelompok. Kepala Desa Banyu Urip, Sugianto, menyampaikan bahwa konsep Program SATERA memiliki kesamaan dengan pengelolaan usaha desa yang dijalankan melalui kelembagaan, sehingga manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui Program SATERA, PT Pertamina EP Cepu Field Zona 11 bersama IDFoS Indonesia berharap dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam bidang peternakan, meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat kelembagaan kelompok, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Desa Banyu Urip secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *