JagatSembilan.com | Bojonegoro – Ratusan anggota Banser Satkorcab Bojonegoro mengikuti Kenduri Kebhinekaan yang digelar di Aula Masjid Al Biru, Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (28/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Bakesbangpol Jawa Timur menyoroti berbagai tantangan bangsa sekaligus mengajak seluruh peserta memperkuat wawasan kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.
Acara itu dihadiri oleh Fauzan Fuadi, anggota Komisi A DPRD Jawa Timur; Mochamad Nurwahyudi, Ketua PC GP Ansor Bojonegoro; Moh. Muhtadin, Kasatkorcab Banser Bojonegoro; serta ratusan kader Banser lainnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Bakesbangpol Jawa Timur, Dian Puspitasari Hayuning Tiyas, menyampaikan paparan mendalam tentang kondisi bangsa, potensi Jawa Timur, serta beragam tantangan yang harus diwaspadai bersama.
Dalam sambutannya, Dian menyebut Indonesia sebagai bangsa besar dengan sumber daya alam dan manusia yang terus berkembang.
“Mohon izin kami sampaikan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar, bangsa yang kaya dengan alamnya, bangsa yang kaya akan sumber daya manusia… per September 2025 jumlah penduduk di Indonesia sudah mencapai 287 juta jiwa…” ujarnya.
Dian memaparkan bahwa Jawa Timur merupakan penyumbang sumber daya manusia terbesar kedua di Indonesia sekaligus provinsi dengan ketahanan pangan nomor satu secara nasional, mulai dari padi, jagung, cabai, daging sapi hingga susu.
Ia juga menyoroti keberagaman suku di Jawa Timur, termasuk Samin, Arek, Madura, Osing, Tengger, hingga Mataraman, yang dinilainya sebagai kekuatan besar bangsa.
Namun, Dian mengingatkan adanya tantangan serius seperti bonus demografi, perubahan iklim, rendahnya pemahaman Pancasila, hingga ancaman intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Ia bahkan mencontohkan kerusuhan di Surabaya yang ternyata melibatkan pelajar SMP dan SMA.
Selain itu, perkembangan teknologi, judi online, kejahatan siber, hoaks, narkotika, serta penyimpangan sosial juga disebut sebagai ancaman yang harus diwaspadai.
“Saat ini saatnya kita menjadi masyarakat yang bijak dalam bersosial media. Kita harus bisa memilih dan memilah, menyaring dahulu baru sharing,” pesannya.
Menutup sambutannya, Dian mengajak seluruh peserta Kenduri Kebhinekaan menjadi pelopor persatuan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Empat konsensus kehidupan berbangsa—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—disebutnya sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.














