JagatSembilan.com | Tuban – Relawan LPBI PCNU Tuban bersama LAZISNU PCNU Tuban menuntaskan misi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang, Sumatera Utara. Selama penugasan, tim bergerak dari fase tanggap darurat hingga pemulihan awal, dengan fokus utama pada pembersihan, distribusi logistik, pemulihan fasilitas ibadah dan pendidikan, serta penyediaan air bersih.
Setibanya di lokasi pada 5 Januari lalu, relawan langsung melakukan pembersihan Kantor PCNU Tamiang yang tertimbun lumpur sekaligus mendirikan basecamp sebagai pusat koordinasi. Dari titik ini, relawan membantu distribusi logistik ke sejumlah camp pengungsian serta menyalurkan perlengkapan hunian sementara bagi warga terdampak.
Ketua PCNU Tuban, Yai Daman, kepada jagatsembilan.com menyampaikan bahwa keterlibatan PCNU Tuban melalui LPBI NU dan LAZISNU merupakan bentuk nyata khidmat Nahdlatul Ulama dalam kerja-kerja kemanusiaan.
“PCNU Tuban melalui LPBI NU Tuban bersama LAZISNU PCNU Tuban ikut terlibat dalam mengurangi kesulitan yang dihadapi oleh warga Aceh. Ini merupakan bentuk khidmat warga NU Tuban,” ujar Yai Daman. Selasa (03/02/2026)
Untuk memastikan intervensi tepat sasaran, relawan melakukan asesmen di berbagai fasilitas publik, meliputi masjid, mushala, TPQ, dan madrasah. Hasil asesmen menjadi dasar penguatan respons lanjutan, termasuk pembentukan dapur umum melalui koordinasi gabungan antara PCNU setempat, badan otonom NU, dan relawan lintas daerah.
Ketua LPBI NU PCNU Tuban, Humam, menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan sebanyak 15 relawan ke Aceh Tamiang.
“Kami menerjunkan 15 relawan untuk membantu wilayah Aceh, terutama di Tamiang. Kami juga menyiapkan dapur umum yang diinisiasi bersama-sama dengan PCNU Tamiang,” terang Humam.
Selain melayani kebutuhan konsumsi pengungsi, relawan juga terlibat dalam pembersihan Kantor BPBD Tamiang, distribusi logistik lanjutan, serta kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan penyintas banjir di camp pengungsian.
Memasuki tahap pemulihan awal, dukungan difokuskan pada penguatan sarana dapur umum melalui pengadaan peralatan memasak dan bantuan tandon air berkapasitas 1.200 liter. Relawan juga melakukan pembersihan masjid, rumah warga, serta menyerahkan alat-alat kebersihan dan perlengkapan pendukung lainnya.
Salah satu intervensi penting adalah pembangunan sumur bor di lingkungan Kantor PCNU Tamiang sebagai solusi jangka menengah atas keterbatasan air bersih pascabanjir. Setelah operasional dapur umum dinilai berjalan stabil, pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada pengurus PCNU setempat agar layanan bagi masyarakat dapat berlanjut secara mandiri.
Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan, relawan kembali ke Tuban. Misi ini menegaskan peran NU dalam kerja-kerja kemanusiaan berbasis lapangan: cepat merespons, terkoordinasi, dan berorientasi pada keberlanjutan pemulihan masyarakat terdampak bencana.













