Ribuan Warga Bojonegoro, Hadiri Open House Hj. Nurul Azizah dan Dulur Pitu

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Hj. Nurul Azizah dan Dulur Pitu hari  Jumat (12/04/2024) gelar open house. Acara itu dilaksanakan di rumah Hj. Nurul Azizah Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Dalam acara itu diikuti oleh ribuan warga Kabupaten Bojonegoro perwakilan dari 28 Kecamatan yang ada. Pada acara itu berlangsung santai, karena masih suasana lebaran Iedul Fitri 1445 H, warga melaksanakan halal bihalal.

Di rumah Bu Nurul sapaan akrab dari Hj Nurul Azizah juga disediakan nasi dengan berbagai sayur dan lauk. Selain itu, camilan hidangan Iedul Fitri juga ada.

Nampak Bu Nurul lebih banyak mendengar masukan atau aspirasi warga. Sesekali Bu Nurul juga menanyakan, jika informasi atau masukan yang disampaikan kurang jelas, sehingga Bu Nurul mendapatkan informasi yang cukup jelas.

Kuslan Panitia Kegiatan yang ditunjuk oleh Bu Nurul mengatakan, acara itu diinginkan warga cukup lama. Menurutnya banyak warga Bojonegoro yang ingin bertemu dan menyampaikan aspirasi atau masukan pada Bu Nurul.

“Sebenarnya acara ingin dilaksanakan kemarin, tapi karena beliau (Bu Nurul) ada acara menemui KH. Ubaidillah Faqih Pengasuh Pondok Pesantren Al Ghuroba Langitan. Ternyata KH. Ubaidillah Faqih meminta Bu Nurul untuk menjadi Bupati Bojonegoro,” terang Kuslan.

Kuslan menambahkan, Warga Bojonegoro yang hadir hari ini, ingin menyampaikan aspirasi dan masukkan kepada Bu Nurul.

“Alkhamdulilaah semuanya ditampung sama beliau, semoga ini bisa menjadi awal yang baik,” tambah Kuslan.

Sementara itu Samudi Kepala Desa Kepohkidul Kecamatan Kedungadem yang juga hadir dalam kegiatan itu mengatakan, tadi saya bilang ke Beliau (Bu Nurul) bahwa Kabupaten Bojonegoro tidak kekurangan uang, yang belum ada hanya seorang leader (Bupati) yang memimpin dengan nurani.

“Dan itu saya melihat ada pada beliau mas,” kata Samudi.

Samudi menambahkan, harapan saya ke Beliau nanti bila sudah menjabat (jadi Bupati) agar dalam pengambilan kebijakan jangan dengan dasar like and dislike.

“Tapi berdasarkan kriteria kriteria yang obyektif,” tambah Samudi.

Bu Nurul menerima dan menyapa satu persatu pengunjung yang ada. Bahkan kebanyakan yang hadir disapa dengan menyebut nama dan asal desa serta kecamatannya.

Para pengunjung juga mengabadikan moment itu dengan photo bersama atau selfie. Semuanya dituruti perempuan yang pernah menjadi camat terbaik se Jawa Timur itu satu persatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *