Sengkuyung di Wadung: Kala Warga dan TNI Bergandengan Tangani Longsor

JagatSembilan.com | Tuban – Pagi itu, sinar matahari perlahan menyelinap di balik bukit-bukit Desa Wadung, Kecamatan Soko. Udara masih terasa segar, namun hiruk pikuk sudah terdengar dari arah jalan desa yang baru saja dibuka. Puluhan warga tampak berbaur dengan para prajurit berseragam loreng. Ada juga personel dari BPBD Tuban, aparat Koramil dan Polsek Soko, hingga relawan dari organisasi kepemudaan dan masyarakat.

Hari itu, Jumat (25/5/2025), bukan hari biasa bagi Desa Wadung. Warga dari berbagai penjuru bersama prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0811/Tuban berkumpul dalam satu misi, menangani longsor yang memutus akses jalan desa dalam bingkai karya bhakti.

Di antara kerumunan, Letkol Inf. Dicky Purwanto, S.Sos., M.I.P., Komandan Kodim 0811/Tuban, berdiri memberikan arahan. Suaranya lantang, namun penuh semangat gotong royong.

“Jalan ini penting. Bukan hanya menghubungkan Wadung ke Soko, tapi juga ke Montong dan Parengan. Ini sudah tiga hari tertutup longsor. Hari ini, kita maksimalkan agar bisa dilalui kembali,” ucapnya disela aktivitas.

Semangat itu menyala di wajah setiap orang. Dari tentara yang memegang cangkul, hingga warga yang bahu-membahu mengangkat tanah. Tak ada sekat, tak ada perbedaan. Semua larut dalam semangat “sengkuyung” bahu-membahu demi kepentingan bersama.

Tanah longsor yang menutup jalan ternyata bukan kali pertama terjadi. Kontur tanah Wadung yang dikenal sebagai tanah gerak memang menjadi tantangan tersendiri.

Kepala BPBD Tuban, Sudarmaji, menyampaikan bahwa sejak Senin (21/5/2025) lalu, timnya telah bergerak cepat setelah laporan pertama masuk. Longsor bahkan terjadi dua kali dalam sepekan.

“Kondisi tanah di sini bercampur batu besar. Tak bisa hanya dengan tenaga manual. Maka kita libatkan alat berat, dan tentu kolaborasi seperti hari ini jadi sangat penting,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, Sudarmaji juga menyarankan warga mulai menanam lagi pohon penahan tanah. Itu akan banyak membantu meminimalisir kejadian alam yang tak diinginkan.

“Tanah ini harus dijaga. Kalau ingin tanam jagung, boleh, asal ditata jaraknya. Jangan habiskan semua pohon, karena itu yang menahan longsor,” tambahnya.

Setelah pembersihan selesai, tahap selanjutnya tak kalah penting ialah penanganan permanen. BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Tuban berencana menguatkan tebing, dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk Pertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *