Setelah Panas, Warga Ring 1 Wilayah Produksi EMCL juga Keluhkan Suara Berisik dan Gatal-gatal

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Setelah suhu panas yang dikeluhkan pengasuh pondok, giliran Warga Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro tidak mau disebut namanya keluhkan gatal akibat perawatan fasilitas produksi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Menurutnya warga Ring 1 wilayah produksi EMCL itu, gatal terjadi setelah panas.

“Dampaknya ngeri juga di kita, selain panas, banyak warga yang mengeluhkan gatal-gatal,” kata warga tersebut. Senin (02/09/2024).

Dirinya juga menuturkan, akan semakin panas jika siang hari dan kalau malam gak betah dengan suara bisingnya.

“Gak betah panas lak (kalau.red) siang, Nak (kalau.red) malam gak betah suara bising e,” jelasnya.

Warga menduga, panas dan gatal itu karena asap dari flare pembakaran milik ExxonMobil Cepu Ltd.

“Selain panasen, suara yang berisik juga terdampak gatal-gatal karena asap dari flarenya,” tambahnya.

Palupi Hadi Ratih Camat Gayam

Sementara itu Palupi Hadi Ratih D. SE MH Camat Gayam menjelaskan, sampai saat ini belum ada Kepala Desa ataupun warga yang menyampaikan keluhan itu ke pihak Pemerintah Kecamatan.

Palupi Hadi Ratih juga menjelaskan, beberapa hari lalu pihak EMCL sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan akan adanya kegiatan pemeliharaan tersebut.

“Jadi ada pemberitahuan untuk Kecamatan, pemberitahuan ya bukan untuk sosialisasi ke warga” terang Palupi.

Disinggung soal kompensasi kepada warga yang terdampak, Palupi menjelaskan, bahwa sepengetahuannya tidak ada kompensasi untuk kegiatan-kegiatan pemeliharaan.

“Kecuali kalau ada kebocoran gas dengan bau yang menyengat itu baru dapat kompensasi, tapi itu dulu sebelum saya menjabat disini”, pungkas Palupi.

Sebelumnya Sabtu (31/08/2024) kemarin, ExxonMobil Cepu Limited melalui Toya Mustika Public & Govt. Affairs kepada jagatsembilan.com menjelaskan, saat ini EMCL sedang melakukan pemeliharaan fasilitas hingga beberapa hari kedepan, dan sudah mensosialisasikan ke pihak Desa dan Kecamatan.

Toya Mustika juga menjelaskan, Aktivitas perawatan itu dapat menyebabkan kenaikan flare (suar atau pembakaran melalui cerobong asap.red) di fasilitas produksi EMCL yang masih dikategorikan aman dan masih dalam batas peraturan yang diizinkan untuk operasi abnormal.(Wio/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *