JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Trucuk menggelar Pertemuan Rutin Dwi Wulan yang dirangkai dengan Pelatihan Editing Video menggunakan aplikasi CapCut dan Optimalisasi Litbang serta Admin Media Sosial, Minggu (28/6/2026), di Kantor MWCNU Trucuk.
Kegiatan ini merupakan upaya PAC Fatayat NU Trucuk dalam meningkatkan kapasitas kader di bidang media dan teknologi informasi. Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana syiar organisasi, dokumentasi kegiatan, sekaligus menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Mewakili Ketua PAC Fatayat NU Trucuk, Koordinator Bidang Media Informasi, Penelitian dan Pengembangan Sahabat Ana Fatkhiya R., S.Pd., M.Pd. menyampaikan sambutan sekaligus pesan dari Ketua PAC agar seluruh kader tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut setiap kader untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan zaman dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
“Belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Semoga melalui pelatihan ini, seluruh kader semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang media digital, sehingga Fatayat NU semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya menyampaikan pesan Ketua PAC.
Materi pelatihan disampaikan oleh Nurul Afifah, S.Pd., Koordinator Bidang Media Informasi, dan Litbang PC Fatayat NU Bojonegoro. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kehadiran organisasi di ruang digital, dasar-dasar pengambilan gambar, teknik editing video menggunakan aplikasi CapCut, hingga strategi mengelola media sosial organisasi secara efektif.
Dalam penyampaiannya, Nurul Afifah mengajak seluruh kader untuk menjadi Mujahidah Digital, yakni kader yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai media dakwah dan pengabdian. Ia menegaskan bahwa tujuan utama bermedia sosial bukan sekadar mengejar popularitas, melainkan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Bukan sekadar aktif di media sosial, tetapi menghadirkan manfaat, menyebarkan kebaikan, dan menjaga nilai-nilai Islam melalui ruang digital,” pesannya kepada seluruh peserta.
Selain keterampilan editing video, peserta juga dibekali materi mengenai optimalisasi fungsi Litbang melalui dokumentasi dan pengarsipan kegiatan. Dokumentasi yang baik tidak hanya menjadi rekam jejak organisasi, tetapi juga menjadi bahan publikasi yang mampu membangun citra positif Fatayat NU di tengah masyarakat.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung menggunakan telepon genggam masing-masing peserta. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mengikuti setiap materi, berdiskusi, serta mencoba berbagai fitur editing video yang diperkenalkan selama pelatihan.
Melalui kegiatan ini, PAC Fatayat NU Trucuk berharap lahir kader-kader yang tidak hanya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi Mujahidah Digital yang kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital. Dengan publikasi yang baik dan konsisten, setiap kegiatan Fatayat NU diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, memperkuat syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk terus menebarkan kebaikan.(Red)














