JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahalnya harga beras yang ada di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur membuat warga resah. Revi Rahayu Kanwil Perum Bulog Bojonegoro beberkan dua instrumen penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menurut Revi, pertama pelaksanaan penyaluran program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional, ke toko toko di perumahan.
“Dengan melakukan pasar murah di beberapa titik yang di kerjasamakan dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian,” kata Revi melalui ponselnya. Jumat (23/02/2023).
Revi melanjutkan, Instrumen kedua yaitu adalah penyaluran bahan pangan beras yang kita salurkan ke masing-masing desa seluruh Kabupaten Bojonegoro.
“Setiap bulan masyarakat tertentu yang mendapatkan jatah beras ini sebanyak 10KG perpenerima perbulan, bantuan pangan ini rencananya akan di laksanakan sampai dengan bulan juni, dan di salurkan setiap bulan,” terangnya
Revi juga menjawab berapa stok beras yang ada di gudang bulog bojonegoro saat ini. Menurutnya saat ini ada 1600 Ton, kemudian akan masuk lagi ke bulan ini juga sekitar 1900 TON, jadi di bulan ini akan ada stok sebanyak sekitar 3400 ton.
“Untuk stok ini sebanyak 3400 ton itu sangat cukup, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan penyaluran SPHP dan bantuan pangan yang akan kami keluarkan di bulan februari ini.” pungkasnya.
Awak media jagatsembilan.com juga mencoba menghubungi Sukemi Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro. Namun kata petugas tidak di tempat karena sedang dinas di luar. Dihubungi via WhatsApp sampai berita ini ditulis belum dijawab.(wio/red)













