JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Pondok Pesantren Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro terus diwujudkan dalam berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya melalui kehadiran Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) Kabupaten Bojonegoro yang menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) dalam rangkaian Expo dan Pasar Murah Al-Rosyid 2026. Senin (22/06/2026) malam.
Operasi Pasar Murah tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemkab Bojonegoro terhadap kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al-Rosyid. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Dalam Operasi Pasar Murah tersebut, Disdagkop menyediakan Minyak Kita seharga Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta beras SPHP Rp11.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula bawang merah Rp15.000 per sekitar 500 gram, bawang putih Rp15.000 per sekitar 500 gram, cabai rawit Rp3.000 per sekitar 300 gram, kentang Rp6.000 per sekitar 500 gram, tomat Rp3.000 per sekitar 300 gram, dan garam Rp2.000 per kemasan.
Kehadiran Operasi Pasar Murah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat membuka Expo dan Pasar Murah Al-Rosyid 2026, Sabtu (20/06/2026).
Pada kesempatan itu, Nurul Azizah mengapresiasi penyelenggaraan Expo dan Pasar Murah Al-Rosyid yang dinilai mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Expo seperti ini sangat positif karena memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tentu akan berdampak pada perputaran ekonomi lokal,” ujar Nurul Azizah.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid, KH. Alamul Huda Masyhur, mengatakan bahwa pasar murah yang digelar selama expo merupakan bagian dari ikhtiar pesantren untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM di Bojonegoro.
“Kalau kita sudah satu paket penuh dengan harga murah untuk memberikan rasa bagaimana santri simpati dan empati kepada masyarakat dalam situasi seperti ini. Sehingga kita harapkan UMKM, usaha kecil dan menengah, semuanya mendapatkan keberkahan sehingga kesejahteraan masyarakat Bojonegoro bisa semakin baik,” ujar Gus Huda sapaan akrabnya.
Gus Huda yang juga Ketua MUI Bojonegoro itu menambahkan, Expo dan Pasar Murah Al-Rosyid tidak hanya menjadi ajang promosi dan perputaran ekonomi, tetapi juga bentuk kepedulian nyata keluarga besar pesantren terhadap masyarakat.
“Bagi kami para santri Al-Rosyid tidak mau berdiam diri, tidak mau berpangku tangan, tapi peduli langsung secara konkret dan secara nyata menyampaikan perhatian penuh kepada masyarakat,” tegasnya.
Operasi Pasar Murah Disdagkop menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian Expo dan Pasar Murah Al-Rosyid 2026 yang berlangsung hingga 25 Juni 2026. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bojonegoro.














