JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang sesuai dengan karakter dan potensi peserta didik, SMP NU Model Sumberrejo, Bojonegoro, bekerja sama dengan STIFIN Jawa Timur menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi guru dan wali santri.
Acara ini diselenggarakan di Aula Mushola SMP NU Model Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (9/5/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya pendekatan pembelajaran berdasarkan kecerdasan genetik.
Melalui metode STIFIN, para guru dan wali santri dibekali dengan wawasan dalam mendampingi anak sesuai dengan tipe kecerdasan yang dimiliki, sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih terarah, personal, dan efektif.
Rangkaian acara diawali dengan dzikir dan istighosah bersama, kemudian dilanjutkan sesi pemaparan materi oleh Dr. H. Kholifi Azis, M.Pd.I, pakar STIFIN dari Bangkalan, Madura.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Walisongo, Abdullah Afif, Kepala SMP NU Model Sumberrejo Ahsanul Amilin, serta guru, wali murid, dan siswa.
Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama untuk wali murid dan siswa, serta sesi kedua khusus bagi para guru dan tenaga pendidik di bawah naungan Yayasan Walisongo.
Ketua Yayasan Walisongo, Abdullah Afif, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru, baik akademik maupun non-akademik, tetapi juga memperkuat peran wali santri dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Dengan memahami karakter dan kecerdasan anak berdasarkan hasil tes genetik, para guru akan lebih siap memberikan layanan pendidikan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan anak,” ungkapnya.
Abdullah berharap, kolaborasi ini mampu membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Yayasan Walisongo.
Sebagai informasi, kunjungan tim STIFIN yang dipimpin oleh Dr. H. Kholifi Azis, M.Pd.I ke Bojonegoro ini merupakan kali pertama, dan langsung menyasar Yayasan Walisongo Annahdliyah Sumberrejo sebagai mitra awal dalam implementasi pendidikan berbasis kecerdasan genetik di wilayah tersebut.













