Terinspirasi Guru, Siswi MTs Islahiyah Kalitidu Tulis Novel “Dibalik Lembaran Waktu”

Adelia Sa'datul Hasana bersama orang tua dan pendamping
Adelia Sa'datul Hasana, penulis novel “Dibalik Lembaran Waktu”, bersama orang tua dan pendamping pada peringatan satu tahun Inspira Risbo di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (9/9/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Rangkaian peringatan satu tahun Inspira Risbo tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan apresiasi terhadap karya dan kreativitas masyarakat, termasuk generasi muda.

Salah satunya melalui kegiatan Inspira Menulis Karya, yang mendorong peserta untuk menuangkan gagasan dan pengalaman dalam bentuk karya tulis, seperti buku maupun novel.

Salah satu karya yang lahir dari kegiatan tersebut adalah novel berjudul “Dibalik Lembaran Waktu” karya Adelia Sa’datul Hasana, siswi MTs Islahiyah Kalitidu.

Adelia menjadi satu-satunya siswa jenjang MTs yang berhasil menghasilkan karya novel dalam rangkaian Inspira Menulis Karya tersebut.

Saat ditemui JagatSembilan.com dalam acara peringatan satu tahun Inspira Risbo di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (9/9/2026), Adelia mengungkapkan bahwa guru menjadi salah satu sumber inspirasi utama dalam proses kreatifnya.

Menurut Adelia, keteladanan dan dorongan para guru membuat dirinya terdorong untuk terus belajar sekaligus berani menuangkan gagasan melalui tulisan.

Melalui novel “Dibalik Lembaran Waktu”, Adelia juga ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai waktu.

Baginya, waktu merupakan sesuatu yang berharga sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menulis menjadi salah satu cara Adelia untuk menyampaikan pesan tersebut kepada pembaca.

Orang Tua Bangga Adelia Berani Berkarya

Bisri, orang tua Adelia yang turut hadir dalam acara tersebut, mengaku bangga melihat putrinya mampu menghasilkan sebuah karya berupa novel.

“Sebagai orang tua tentu kami bangga dan senang melihat Adelia bisa menghasilkan sebuah karya. Kami juga berterima kasih kepada para guru yang selama ini memberikan dorongan dan membimbing Adelia, sehingga dia berani menuangkan ide dan pikirannya dalam bentuk tulisan,” kata Bisri.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada satu karya. Menurutnya, kemampuan menulis perlu terus dikembangkan melalui proses belajar dan pengalaman.

“Harapan kami, Adelia terus belajar dan berkarya. Jangan berhenti hanya pada satu novel ini. Semoga apa yang ditulis bisa memberikan manfaat dan menjadi pengalaman yang baik untuk ke depannya,” ujarnya.

Mendorong Karya yang Berdampak

Ketua Inspira Risbo, Dr. Ima Isnaini, sebelumnya menegaskan bahwa keberadaan Inspira Risbo diarahkan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui penguatan organisasi, pengetahuan, dan berbagai gagasan.

“Gema merupakan sebuah terminologi di mana bermakna gaung, dengungan, suara, sehingga bagaimana suara Inspira Risbo 1 tahun ini itu merupakan semangat bagi kita untuk berkontribusi di masyarakat khususnya di Bojonegoro,” ujar Ima.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan tahun pertama Inspira Risbo, termasuk melalui ruang-ruang yang mendorong lahirnya gagasan dan karya.

Bagi Adelia, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk membuktikan bahwa usia sekolah bukan menjadi batas untuk menghasilkan karya.

Dari inspirasi para guru, dukungan keluarga, dan ruang untuk berkarya, sebuah gagasan kemudian dapat berkembang menjadi novel yang diharapkan mampu memberikan pesan positif kepada pembacanya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *