JagatSembilan.com | Bojonegoro – Menindaklanjuti arahan Bupati Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro bersama Attanwir menggelar kegiatan kajian penyusunan dan perencanaan pengelolaan kawasan Geosite Banyu Kuning, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (28/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah pengembangan Geosite Banyu Kuning sebagai destinasi wisata berbasis potensi alam dan edukasi.
Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk memastikan pengelolaan kawasan dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina, Kabid Pariwisata Amin Asrofin, LPPM Attanwir Muhajir dan Budi, Sekretaris Camat Gondang, serta Kepala Desa Krondonan beserta Pokdarwis Agus Rian.

Pada kesempatan itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menyusun fondasi pengelolaan destinasi wisata yang berkualitas.
“Kajian ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bojonegoro agar pengembangan potensi wisata, khususnya geosite, dilakukan secara terencana dan berbasis kajian yang matang. Kami ingin Geosite Banyu Kuning tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang jelas, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat,” ujar Elzadeba.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Attanwir, pemerintah desa dan kelompok masyarakat menjadi kunci dalam menyusun konsep pengelolaan yang komprehensif.
“Kami mengapresiasi sinergi yang terbangun hari ini. Harapannya, hasil kajian ini dapat menjadi pijakan bersama dalam mengembangkan pariwisata Bojonegoro yang berkarakter dan berdaya saing,” imbuhnya.
Selain pelaksanaan observasi kajian, pihak-pihak yang hadir juga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menaiki Gunung Pandan yang berada di sekitar kawasan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pengenalan langsung terhadap potensi alam yang dimiliki wilayah Gondang.
Dengan adanya kajian ini, diharapkan Geosite Banyu Kuning dapat dikembangkan secara optimal serta mampu memberikan dampak positif dari sisi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya bagi masyarakat setempat.














