Viral Kisah Banser Korban Kebakaran, MUI Kecamatan Dander Datangi Lokasi dan Beri Santunan

Ketua MUI Kecamatan Dander menyerahkan santunan kepada Munari korban kebakaran rumah
Ketua MUI Kecamatan Dander KH. Bardam Abd. Nasir didampingi istrinya Hj. Nurur Rohmah Wakil Ketua DPD MUI Bojonegoro dan Moh Jayus Wakil Katib MWCNU Dander menyerahkan santunan kepada Munari, anggota Banser korban kebakaran rumah di Sumberagung Dander.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Viralnya kisah Munari, anggota Banser Ranting Sumberagung yang rumahnya terbakar di Dusun Kebonagung, Desa Sumberagung RT 20, Kecamatan Dander, mengundang perhatian berbagai pihak. Salah satunya datang dari MUI Kecamatan Dander yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi, Kamis (21/5/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua MUI Kecamatan Dander, KH. Bardam Abd.. Nasir didampingi istrinya Hj. Nurur Rohmah yang juga Wakil Ketua DPD MUI Bojonegoro, serta nampak Moh Jayus Wakil Katib MWCNU Dander.

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung kondisi rumah Munari yang hangus terbakar serta menyerahkan bantuan berupa beras, sarung, dan uang tunai untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.

Selain memberikan bantuan, KH. Bardam Abd. Nasir juga memimpin doa bersama dan memberikan penguatan mental kepada Munari agar tetap tabah menghadapi cobaan yang dialaminya.

“Kasihan sekali kondisi Banser itu. Semoga beliau diberi ketabahan dan masyarakat yang mampu bisa ikut membantu,” ujarnya di lokasi.

Suasana haru tampak menyelimuti pertemuan tersebut. Munari yang diketahui hidup seorang diri setelah ditinggal wafat istrinya sekitar satu tahun lalu terlihat beberapa kali menahan tangis saat mendapat perhatian dan dukungan dari para tokoh agama.

KH. Bardam Abd. Nasir juga mengapresiasi solidaritas masyarakat, Banser, Ansor, dan sejumlah pihak yang telah bergerak memberikan bantuan kepada Munari pascakebakaran.

Menurutnya, kepedulian sosial seperti itu penting untuk terus dijaga agar masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak merasa sendirian menghadapi cobaan.

Diketahui, rumah Munari terbakar pada Selasa malam (19/05/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, rumah beserta sejumlah barang miliknya hangus terbakar, termasuk seragam Banser yang selama ini ia gunakan dalam berbagai kegiatan organisasi.

Kisah Munari yang menangis karena seragam Bansernya ikut terbakar sebelumnya viral dan menyentuh banyak pihak. Sejak itu, bantuan dan dukungan terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat di Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *