JagatSembilan.com | Bojonegoro — Vice Presiden Global Geopark Network (GGN), Prof. Ibrahim Komoo, melakukan kunjungan ke Geosite Kayangan Api yang berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (17/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau sekaligus mendampingi kesiapan Bojonegoro dalam proses menuju penetapan UNESCO Global Geopark.
Kehadiran Prof. Ibrahim Komoo disambut oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Asisten Daerah Kusnandaka selaku Manajer Geopark Bojonegoro.
Nampak hadir juga Ahmad Gunawan Kepala Bappeda Bojonegoro, Anwar Muktadho Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Camat Ngasem, Lukiswati Seldin dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Amin Asrofin Kepala Bidang Kesiswaan Disbudpar Bojonegoro.
Selama berada di kawasan Kayangan Api, Prof. Ibrahim Komoo tampak menikmati suasana malam. Selain mengunjungi Api Abadi, ia juga melihat langsung sumber air blukutuk yang berada di kawasan tersebut dan menyempatkan mencelupkan tangannya ke dalam air. Ia juga mengunjungi pohon cinta, berfoto di lokasi, serta melihat tempat bertapa yang ada di area Kayangan Api.
Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang diiringi musik congkean dari Sanggar Rengganis. Alunan musik tradisional tersebut menambah suasana syahdu di kawasan Geosite Kayangan Api.
Asisten Daerah Kusnandaka dalam keterangannya menyampaikan bahwa proses Bojonegoro menuju Geopark telah berjalan cukup panjang. Ia menjelaskan bahwa inisiasi pengembangan Geopark Bojonegoro telah dimulai sejak tahun 2017.
Secara khusus, Kusnandaka meminta Prof. Ibrahim Komoo untuk memberikan arahan dan evaluasi menjelang penilaian oleh tim UNESCO Global Geopark.
“Saya minta evaluasi atau penguatan, kira-kira persiapan kami dalam menuju UNESCO hal apa saja yang harus disiapkan lagi dalam waktu yang tersisa ini,” terang Kusnandaka.
Ia juga berharap, melalui kunjungan ke berbagai geosite di Bojonegoro, Prof. Ibrahim Komoo dapat memberikan masukan strategis guna pengembangan Geopark Bojonegoro ke depan.

Sementara itu, Prof. Ibrahim Komoo menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pendampingan awal agar Bojonegoro mampu memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan UNESCO.
“Tujuan saya membuat kunjungan di Bojonegoro Geopark Kebangsaan ialah untuk membantu melihat persediaan untuk diangkat menjadi UNESCO Global Geopark,” ujar Prof. Ibrahim.
Selama berada di Bojonegoro, Prof. Ibrahim Komoo dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, mulai dari seminar hingga peninjauan langsung ke berbagai geosite.
“Dalam beberapa hari di sini, kita akan mengadakan seminar untuk memberikan penjelasan mengenai persediaan-persediaan yang patut dilakukan, dan juga membuat lawatan kepada geotapak atau situs-situs warisan geologi dan budaya yang mungkin akan diangkat kepada UNESCO Global Geopark,” ungkapnya.
Prof. Ibrahim juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengunjungi Kayangan Api pada tahun 2017. Menurutnya, kondisi kawasan saat ini jauh lebih tertata dibandingkan sebelumnya.
“Dulu di sini tidak seperti ini. Tadi saya lihat sudah ada masyarakat yang berdagang dan tertata dengan baik. Ini sudah bagus,” pungkasnya.














