Walhi Jatim Sebut Panas Pemeliharaan Fasilitas Produksi EMCL Tidak Wajar, Menduga Akibat Manajemen Polusi yang Buruk

Flare pembakar milik ExxonMobil Cepu Ltd di Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Wahyu Eka Setyawan Direktur ED Walhi Jatim menyebutkan panas yang tinggi akibat pemeliharaan fasilitas produksi ExxonMobil Cepu Limited EMCL di Bojonegoro beberapa hari terakhir ini tidak wajar.

“Pada dasarnya hal tersebut (panas akibat pemeliharaan fasilitas produksi EMCL.red) merupakan dampak yang dihasilkan oleh aktivitas industri. Dan, tentu bukan hal yang wajar,” terang Wahyu. Rabu (04/09/2024).

Sebab, Wahyu melanjutkan, apa yang telah dirasakan oleh warga merupakan bentuk dari paparan polusi yang dihasilkan oleh aktivitas industri.

“Paparan polusi tersebut kemungkinan karena manajemen polusi yang buruk dan tidak sesuai dengan ketentuan dalam baku mutu emisi ketentuan berusaha,” tambah Wahyu.

Wahyu Eka Setyawan juga menyebutkan peraturan menteri yang mengatur terkait dengan mutu emisi yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2009 dan Permen LHK No. 11 Tahun 2021.

“Sekaligus contoh nyata mengapa energi fosil perlu dikurangi segera, serta beralih ke Energi Terbarukan.” pungkasnya.

Sementara itu, Toya Mustika Public & Govt EMCL Sabtu (31/08/2024) mengatakan, saat ini EMCL sedang melakukan pemeliharaan fasilitas mulai hingga beberapa hari kedepan.

Aktivitas ini dilakukan dalam rangka menjaga operasi tetap aman dan andal. Tentunya aktivitas pemeliharaan ini telah direncanakan dan disetujui SKK Migas, serta disosialisasikan kepada masyarakat sekitar dan dinas terkait.

“Aktivitas perawatan ini dapat menyebabkan kenaikan flare di fasilitas produksi EMCL yang masih dikategorikan aman dan masih dalam batas peraturan yang diizinkan untuk operasi abnormal,” kata Toya Mustika.

Menurut Toya, EMCL akan selalu melakukan pemantauan yang ketat untuk memastikan bahwa kegiatan ini aman, andal dan ramah lingkungan dengan menerapkan beberapa pengukuran keamanan dan alat pencegahan yang dapat memastikan keamanan tersebut.(Wio/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *