JagatSembilan.com | Bojonegoro – Di balik kesederhanaan sebuah warung di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, tersimpan cita rasa serabi ketan yang sulit dilupakan. Warung Serabi Ketan Jongkong, milik Siti Kusmiati, menyajikan serabi dengan olahan yang terasa gurih dan lembut saat disantap. Teksturnya halus, rasanya tidak kecut, dan menghadirkan sensasi tradisional yang autentik.
JagatSembilan.com menjajal langsung pada Kamis (05/02/2026) serabi ketan tersebut. Sejak gigitan pertama, serabi terasa matang sempurna dengan aroma kelapa yang khas. Gurihnya pas, tidak berlebihan, dengan kelembutan adonan ketan yang menyatu di lidah.
Warung Serabi Ketan Jongkong bukanlah nama baru di dunia kuliner Bojonegoro. Usaha ini telah dirintis sejak tahun 2000 lalu di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Bojonegoro. Dalam perjalanannya, warung ini sempat terdampak penggusuran pada era Bupati Anna Muawanah, hingga berpindah lokasi ke perempatan Jalan Hayam Wuruk dan Jalan WR Supratman, Bojonegoro.
Dua bulan terakhir, Siti Kusmiati kembali membuka warung serabi ketannya di kampung halamannya, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Meski tergolong baru di lokasi ini, warung Jongkong dengan cepat dikenal dan kini mulai ramai pembeli berkat konsistensi rasa yang tetap terjaga.
“Alhamdulillah, meskipun baru dua bulan pindah ke Sidorejo, pembeli mulai ramai. Banyak yang sudah kenal rasa serabi ketan Jongkong, karena dari dulu saya jaga kualitasnya,” ujar Siti Kusmiati, Kamis (05/02/2026).
Perempuan yang telah puluhan tahun menekuni usaha serabi ini juga memiliki prestasi membanggakan. Ia pernah meraih Juara I sekaligus Juara Favorit dalam lomba kuliner tingkat Karisidenan Bojonegoro pada tahun 2008, saat Kabupaten Bojonegoro dipimpin Bupati Suyoto.
Menurutnya, kunci utama serabi ketan yang enak terletak pada keuletan dan ketelatenan dalam memilih bahan. “Bahan harus bersih. Beras ketan digiling di penggilingan yang juga bersih, lalu dijemur tipis supaya keringnya sempurna. Kelapa pun harus benar-benar bersih, bahkan saya sikat sampai putih,” jelasnya.
Cita rasa serabi ketan Jongkong juga diakui oleh pelanggan setianya. Nursamsi, seorang advokat yang kerap menjadi langganan, menilai rasa serabi Jongkong memiliki keunggulan tersendiri.
“Serabi ketan Jongkong ini rasanya konsisten sejak dulu. Gurih, lembut, dan tidak kecut. Ini yang membuat orang balik lagi. Wajar kalau cepat ramai meskipun baru pindah ke Sidorejo,” kata Nursamsi.
Ia menambahkan, Warung Jongkong bukan sekadar tempat makan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kuliner tradisional Bojonegoro. “Ini kuliner lokal yang dibuat dengan kejujuran rasa. Dibuat dengan hati, dan itu terasa saat dimakan,” imbuhnya.













