JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sebanyak 349 siswa SMP binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro turut memeriahkan upacara peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 di Alun-Alun Kota Bojonegoro, Selasa (20/10/2026).
Keterlibatan ratusan pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan seni dan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
Para siswa berasal dari berbagai sekolah menengah pertama di Kabupaten Bojonegoro yang mendapatkan pembinaan di bidang seni dan budaya. Mereka berpartisipasi bersama Sanggar Tari Pancaloka untuk mendukung kemeriahan rangkaian peringatan hari jadi daerah.
Sejumlah sekolah yang terlibat di antaranya SMPN 1 hingga SMPN 7 Bojonegoro, SMPN Model Terpadu Bojonegoro, SMP Muhammadiyah 9, serta berbagai SMP Negeri dari sejumlah kecamatan, seperti Sumberrejo, Baureno, Dander, Trucuk, Kapas, Sukosewu, Sugihwaras, Purwosari, Kedungadem, Balen, Temayang, dan Kanor. SMP Dirgahayu Kedungadem dan SMP Negeri Satu Atap Kesongo juga turut tercatat dalam daftar peserta.

Keterlibatan lintas sekolah tersebut menunjukkan bahwa pembinaan seni budaya menjangkau pelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Disbudpar Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Lokal
Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menyampaikan bahwa keterlibatan ratusan siswa dalam peringatan HJB ke-349 merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap seni budaya daerah sejak usia sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan wisata budaya Bojonegoro. Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat,” kata Bu Elza sapaan akrabnya.
Menurutnya, pembinaan seni budaya di kalangan pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keberadaan seni tradisional tetap terjaga dan memiliki penerus di masa mendatang.
Keterlibatan pelajar dalam kegiatan daerah juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan bakat, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat kebersamaan.
Kolaborasi Sekolah dan Sanggar Seni
Partisipasi 349 siswa dalam peringatan HJB ke-349 tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Disbudpar, satuan pendidikan, hingga Sanggar Tari Pancaloka.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem wisata budaya di Bojonegoro. Melalui pembinaan dan kesempatan tampil dalam kegiatan publik, para pelajar diharapkan memperoleh pengalaman sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni.
Peringatan HJB ke-349 pun menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau seniman, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, seni budaya lokal diharapkan tetap hidup, berkembang, serta menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bojonegoro.(Red)













