JagatSembilan.com | Bojonegoro – Tim Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melaksanakan kegiatan Coaching Klinik Psikologi dan Pendidikan Agama Islam di Aula Yayasan Al-Fatimah, Bojonegoro. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya preventif terhadap kenakalan remaja yang semakin marak di berbagai daerah. Sebagai salah satu langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut, Tim Pengabdian UNUGIRI menawarkan pendekatan yang holistik dengan menggabungkan pelatihan psikologi dan pendidikan agama Islam, yang bertujuan untuk memperkuat mental dan moral remaja di lingkungan Yayasan Al-Fatimah.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini diikuti oleh puluhan remaja yang berusia antara 13 hingga 18 tahun, yang merupakan siswa-siswi di Yayasan Al-Fatimah. Tim yang terlibat terdiri dari dosen dan mahasiswa UNUGIRI yang memiliki latar belakang keahlian di bidang psikologi dan pendidikan agama Islam. Dalam acara tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang dapat membantu mereka memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, serta bagaimana mengatasi masalah emosional yang sering kali menjadi pemicu kenakalan remaja.
Tim pengabdian masyarakat Dosen UNUGIRI ini dipimpin oleh Aya Mamlu’ah bersama Anggota Khoirotus Silfiyah, yang merupakan dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UNUGIRI. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Siti Labibah Khusna dan diikuti oleh 37 peserta yang merupakan para guru dari berbagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Fatimah. Rinciannya adalah 5 guru dari SMA Plus Al-Fatimah, 5 guru dari SMP Plus Al-Fatimah, 5 guru dari MI Plus Al-Fatimah, 2 guru dari RA Plus Al-Fatimah, 6 guru dari Madrasah Diniyah Unggulan Al-Fatimah, 5 guru dari Pondok Pesantren, serta perwakilan siswa dari OPPMA, yaitu 5 siswa dari SMP dan 5 siswa dari SMA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pendidik dalam mengelola pendidikan dengan pendekatan yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Ketua Tim Pengabdian, Aya Mamlu’ah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kenakalan remaja sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan emosi, kurangnya dukungan sosial, serta rendahnya pemahaman agama yang bisa menjadi landasan moral bagi mereka.
“Dalam kegiatan ini, kami memberikan dua pendekatan utama, yaitu psikologi dan agama, yang diharapkan dapat membantu remaja memahami diri mereka lebih baik, serta menemukan cara-cara positif untuk mengatasi tantangan hidup,” ujarnya. Senin (18/11/2024)
Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut hasil observasi lingkungan pendidikan, wawancara terhadap guru dan siswa, serta kegiatan lainnya untuk memperoleh gambaran mengenai permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil observasi tersebut, Tim Dosen PKM kemudian merancang perencanaan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan yang teridentifikasi. Setelah itu, tim memutuskan untuk fokus pada satu tema yang dapat membantu mengatasi dua permasalahan utama yang ditemukan. Tema ini kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan desain kegiatan. Setelah desain kegiatan selesai, langkah berikutnya adalah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan mitra, yaitu Yayasan Al-Fatimah, yang berperan sebagai pelaksana kegiatan.
Pada tahapan inti kegiatan, pendampingan dimulai dengan acara pembukaan yang diawali sambutan dari perwakilan Yayasan Al-Fatimah, Narjul Khafidz. Dalam sambutanya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas inisiatif Tim Pengabdian UNUGIRI yang telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung, karena sangat membantu kami dalam memberikan pembekalan kepada anak-anak agar terhindar dari pergaulan negatif,” ungkapnya.
Aya mamlu’ah, selaku Ketua Tim PkM, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUGIRI atas dukungan dana yang telah diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
“Tanpa adanya dukungan tersebut, kegiatan ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Bantuan dana yang diberikan telah memungkinkan kami untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai tahapan kegiatan dengan lebih matang dan maksimal, mulai dari observasi lapangan, perencanaan, hingga pelaksanaan acara pendampingan yang melibatkan guru dan siswa dari Yayasan Al-Fatimah,” ucapnya.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan materi pendampingan yang disampaikan oleh Siti Labibah Khusna. Dalam sesi pendampingan ini, pemateri membahas mengenai konsep klinik psikologi dan pendidikan agama Islam serta mengulas korelasi antara psikologi dan pendidikan agama Islam sebagai upaya preventif terhadap kenakalan remaja. Setelah pemaparan materi, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami lebih lanjut, diakhiri dengan evaluasi kegiatan sebagai bentuk refleksi dan umpan balik untuk pengembangan lebih lanjut.
Sesi pertama dalam kegiatan tersebut adalah coaching klinik psikologi, yang mengedukasi para peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Para peserta diajak untuk mengenali dan mengelola perasaan mereka, seperti kecemasan, kemarahan, dan kebingungan yang sering kali mereka alami, terutama dalam menghadapi tekanan dari teman sebaya maupun lingkungan. Dalam sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan bertanya kepada psikolog yang hadir, sehingga mereka bisa mendapatkan wawasan dan solusi terkait masalah pribadi yang mereka hadapi. Salah satu teknik yang diajarkan adalah teknik pernapasan dan relaksasi untuk mengurangi stres dan kecemasan, yang dapat menjadi alat ampuh bagi remaja dalam menghadapi berbagai masalah.
Selain itu, sesi kedua yang juga tak kalah penting adalah pendidikan agama Islam. Dalam sesi ini, para peserta diberikan pemahaman tentang nilai-nilai agama yang menjadi pedoman hidup dalam Islam, termasuk bagaimana menjalankan ajaran agama dengan baik untuk membentuk karakter dan akhlak yang mulia. Materi yang disampaikan mencakup pengertian tentang iman, takwa, serta pentingnya menghormati orang tua, guru, dan sesama. Pembekalan ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas bagi remaja dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan membuat mereka semakin dekat dengan nilai-nilai spiritual yang akan menuntun mereka ke jalan yang benar.
“Melalui pendidikan agama Islam, kami ingin mengingatkan para remaja tentang betapa pentingnya menjaga akhlak dan mempererat hubungan dengan Allah SWT, karena hal ini akan membantu mereka untuk tetap teguh dalam menghadapi segala ujian hidup. Kami juga mengajarkan bagaimana menerapkan ajaran Islam dalam keseharian, terutama dalam berinteraksi dengan orang lain,” ujar pemateri.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, baik yang berkaitan dengan psikologi maupun agama. Selain mendengarkan materi, mereka juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, yang memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman dan saling memberi dukungan. Dalam sesi psikologi, beberapa peserta menyampaikan keluhan mereka mengenai perasaan cemas dan ketidakpastian yang sering mereka rasakan. Mereka merasa kegiatan ini sangat membantu untuk menambah wawasan dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi.
Salah seorang peserta, mengungkapkan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan materi yang diberikan.
“Saya merasa lebih paham tentang cara mengatasi kecemasan dan perasaan marah. Selain itu, saya juga merasa semakin dekat dengan agama saya setelah mengikuti sesi pendidikan agama. Saya ingin lebih sering mengikuti kegiatan seperti ini,” ujarnya dengan penuh semangat.













