Jagatsembilan.com | Bojonegoro – Proyek pembangunan bronjong penahan tebing sungai di Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, yang selesai akhir tahun 2024, mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Pihak kontraktor pelaksana proyek menyatakan bahwa seluruh tahapan pengerjaan telah dilakukan sesuai prosedur dan diawasi secara ketat.
Mereka menekankan komitmen terhadap kualitas pekerjaan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
“Kami siap berkoordinasi, bekerja sama sepenuhnya dengan Dinas PUPR Bina Marga dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kerusakan yang terjadi, untuk saat ini sudah kita lakukan pembenahan,” terang kontraktor. Selasa (11/03/2025).
Lebih lanjut Kontraktor proyek tersebut menjelaskan kerusakan kemungkinan besar disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak terduga, seperti aktivitas pengurukan lahan di atas bronjong oleh pihak ketiga.
“Dilihat dari material batu yang di gunakan kita menduga pengurukan tersebut menggunakan alat berat seperti Diser dan, Vibrator Roller dalam proses pengurukan tersebut, tetapi itu perlu diselidiki lebih lanjut.
Kontaktor juga menjelaskan ketinggian timbunan batu setinggi 2 meter dan di padatkan dengan alat berat akan memberikan tekanan ke bawah dan ke samping.
“Dengan beban seberat itu ya kemungkinan besar akan terjadi kerusakan di Bronjong penahan tanah tersebut, karena tidak sesuai dengan rencana awal dan peruntukannya.” Pungkasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Bina Marga Kabupaten Bojonegoro, Edi Dwi Purwanto, kepada jagatsembilan.com menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan.
“Hasil pengecekan menunjukkan bahwa proyek dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Material yang digunakan juga telah diuji dan memenuhi standar,” terangnya.
Edi menambahkan bahwa kerusakan kemungkinan besar disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak terduga.













