JagatSembilan.com | Bojonegoro – Rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara mengawali rangkaian studi banding di Kabupaten Bojonegoro dengan mengunjungi BMT NU Kasiman, Sabtu pagi (20/9/2025).
Delegasi yang dipimpin Wakil Ketua PWNU Sulut, Ridwan Hidayat, mendapat sambutan hangat dari Ketua MWC NU Kasiman H. Parjiyanto bersama jajaran syuriah dan pengurus BMT NU Kasiman. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Direktur BMT NU Kasiman, Khoirul Anwar, dalam kesempatan tersebut memaparkan sejarah berdirinya lembaga keuangan mikro syariah itu, perkembangan aset, hingga berbagai amal usaha yang dijalankan NU di wilayah Kasiman.
“BMT ini kami posisikan sebagai motor penggerak ekonomi umat sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat berbasis syariah,” ujar Khoirul.

Sebagaimana diketahui, MWC NU Kasiman melalui Badan Usaha Milik MWC NU juga mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya persewaan sound system, studio foto, jasa live streaming, distribusi dan makloon air mineral, ritel, layanan periklanan (advertising), hingga pengelolaan baitul maal sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan resmi PWNU Sulut Nomor 41/PW.22/B.I.01.69/22/09/2025 tertanggal 16 September 2025, yang ditandatangani Rais KH. Sya’ban Mauluddin dan Ketua KH. Ulyas Taha. Dalam surat tersebut, PWNU Sulut menyampaikan maksud studi banding terbatas ke Bojonegoro guna memperluas pengetahuan, wawasan, dan pengalaman dalam mengelola amal usaha NU. Fokus kajian meliputi sejarah pendirian, tantangan, proses bisnis, serta manfaat sosial dari amal usaha.
Rombongan PWNU Sulut yang hadir antara lain:
- Ridwan Hidayat, Wakil Ketua PWNU Sulut
- Masri Soleman, Sekretaris Wilayah PWNU Sulut
- Ahmad Sholeh, Ketua PW PERGUNU Sulut
- Fachrudin Noh, Ketua LAZISNU Sulut
- Eka Wiraputra, Direktur NU Care LAZISNU Sulut
- Riyanda Paputungan, Wakil Sekretaris LAZISNU Sulut
Kunjungan ke BMT NU Kasiman menjadi pembuka agenda studi banding PWNU Sulut di Bojonegoro. Selanjutnya, rombongan dijadwalkan berkunjung ke BMT NU Ngasem serta PT Mandiri NU Kepohbaru (SPBU NU). Mereka berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi pengelolaan amal usaha NU di Sulawesi Utara.













