Komitmen Alumni SUSBANPIM-IX, Muh. Sujud Salurkan 20.000 Liter Air Bersih

Penyaluran air bersih kepada warga di Bojonegoro bersama Muh. Sujud dan mitra
Warga mengambil bantuan air bersih dalam kegiatan sosial kolaborasi Muh. Sujud bersama mitra di wilayah Bojonegoro, Rabu (14/10/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Komitmen nyata dalam melanjutkan proyek sosial pasca-SUSBANPIM-IX ditunjukkan Muh. Sujud melalui aksi kepedulian sosial berupa pendistribusian sekitar 20.000 liter air bersih kepada masyarakat di Kecamatan Bubulan dan Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) pasca-SUSBANPIM-IX. Program ini menekankan pentingnya implementasi hasil pendidikan dan pelatihan kader melalui proyek sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Muh. Sujud bersinergi dengan vendor pariwisata sebagai mitra kolaborasi untuk mendukung distribusi air bersih. Selain itu, ia juga mengajak Sekretaris PAC GP Ansor Bubulan Hengki Kanata, untuk turut berkolaborasi mengawal pendistribusian air bersih di wilayah Kecamatan Bubulan.

Di Kecamatan Bubulan, penyaluran air bersih menyasar dua lokasi, yakni Dusun Lokasi, Desa Clebung, dan Dusun Sumorlo, Desa Sumberbendo. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, untuk penyaluran di Kecamatan Temayang, Muh. Sujud berkolaborasi dengan Kepala SPK Polsek Temayang, Teguh. Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat Desa Kedungsumber.

Sinergi dengan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Kader organisasi, pelaku usaha, dan unsur kepolisian dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat.

Muh Sujud (tengah) dengan Hengki Kanata (kiri tidak bertopi)

Bagi Muh. Sujud, proyek sosial bukan sekadar pemenuhan kewajiban pascapelatihan, melainkan bentuk tanggung jawab kader untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan, kemandirian, dan pengabdian di tengah masyarakat.

“Pendidikan kader tidak boleh berhenti pada ruang pelatihan dan sertifikat. Harus ada langkah nyata yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kader mampu membangun kolaborasi lintas sektor dan menghadirkan solusi atas persoalan sosial,” kata Sujud yang juga Ketua PAC GP Ansor Sumberrejo itu.

Melalui kegiatan ini, Muh. Sujud berharap kolaborasi antara kader, sektor usaha, dan berbagai elemen masyarakat dapat terus dikembangkan menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan. Dengan demikian, proyek sosial pasca-SUSBANPIM-IX tidak hanya menjadi laporan kegiatan, tetapi juga menjadi instrumen pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Dari kader untuk masyarakat, dari komitmen menjadi tindakan nyata. Semangat itulah yang terus dibangun Muh. Sujud dalam menerjemahkan hasil pendidikan kader menjadi kontribusi konkret bagi masyarakat Bojonegoro.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *