Oleh: Didik Wahyudi
Teori peradaban bermula dari lembah sungai, atau tepi sungai bisa jadi benar adanya. Teori itu menyebut peradaban bermula dari lembah sungai yang subur untuk bercocok tanam. Manusia mulai mengenal cara menanam dan berternak setelah sebelumnya bertahan hidup dengan berburu mengumpulkan makanan dan hidup nomaden.
Teori peradaban bermula dari tepi sungai ini mencontohkan peradaban Mesopotamia muncul di antara Sungai Tigris dan Eufrat, peradaban Mesir kuno di sepanjang Sungai Nil dan pradaban Tiongkok kuno mulai berkembang di sekitar Sungai Kuning.
Begitu pun di Nusantara terkhusus di Jawa Timur peradaban bermulai dari tepi sungai, sumber air dan hutan. Ini terekam dalam ingatan kolektif orang-orang jaman dahulu yang memberi nama Desa, kampung atau lokasi dengan nama-nama sungai, pohon, danau ataupun hewan. Orang-orang di masa lalu sangat dekat dengan lingkungan hingga merekamnya untuk memberi nama Desa dengan kondisi lingkungan.
Ini seperti teorinya sosiolog Prancis Maurice Halbwachs bahwa ingatan peristiwa masa lalu tidak hanya tersimpan dalam pikiran individu saja, tapi juga dibentuk dan dipertahankan oleh kelompok sosial masyarakat.
Maka cukup mengejutkan banyak nama Desa di Jawa Timur menggunakan nama-nama seperti Kedung, Kali, Sumber, Tambak, atau pun Alas atau Wono.
Kedung itu bagian dari aliran sungai yang lebih dalam dan biasanya banyak dihuni oleh ikan-ikan besar sebagai sumber makanan, seperti juga nama Desa dengan kata Kali atau sungai banyak bertebaran di Jawa Timur. Atau lainnya dengan nama Sumber yang artinya mengarah pada Sumber mata air, tempat keluar mata air atau belik.
Ini menandakan bahwa orang-orang jaman dulu memilih hidup dan bertahan hidup di tepi sungai, sumber air serta di dalam hutan untuk bercocok tanam dan di lokasi tersebut juga potensi menyediakan banyak makanan. Orang-orang jaman dulu tidak bisa hidup berjauhan dengan sumber air makanya mencari tempat yang berdekatan dengan air hingga berjalannya waktu menjadi sebuah nama Desa.
Tercatat Nama desa di Jawa Timur yang menggunakan nama Sumber sebanyak 271 Desa, ini bisa nama desanya Sumberejo, Sumbersewu, Sumberpucung, Sumberoto, Sumberkramat, Sumberlele, Sumberurip atau Sumbersari. Banyak desa yang awalan namanya menggunakan nama Sumber.
Lalu nama Desa yang menggunakan nama Kedung atau nama Kali sebanyak 238 Desa. Nama Desa dengan unsur Kedung sebanyak 135 Desa dan Kali sebanyak 103 Desa di Jawa Timur. Seperti nama-nama Desa Kedungadem, Kedunganyar, Kedungsari, Kedungbendo, Kedungbogo, Kalianyar, Kalisat, Kalisongo, Kalisari, Kalirejo, Kalipang dan lain sebagainya.
Dan nama-nama Desa lainnya yang mengandung unsur air semisal Tambak, Banyu (air), Sendang atau Balong yang bisa diartikan dalam bahasa Jawa kuno sebagai kolam ikan. Nama Desa yang menggunakan nama Tambak sebanyak 48 Desa, ini seperti nama desa Tambakrejo, Tambaksari, Tambakagung, Tambakberas dan lain sebagainya. Lalu nama desa yang menggunakan nama Banyu 36 Desa di Jawa Timur contohnya Banyubang, Banyuanyar, Banyuwangi, Banyubiru, Banyumas dan lain sebagainya. Sementara nama dengan yang menggunakan nama Balong sebanyak 35 desa dan nama Desa yang menggunakan nama Sendang sebanyak 23 Desa di Jawa Timur.
Lalu nama Desa yang menggunakan nama Karang sebanyak 188 Desa di Jawa Timur. Nama Karang ini yang dimaksudkan dalam bahasa Jawa artinya tempat tinggal, tempat berkumpul, atau sesuatu yang dibuat atau disusun, seperti karang taruna artinya wadah atau tempat para pemuda, Karang Werda empat berkumpulnya para lansia. Bisa diartikan nama Desa yang menggunakan kata Karang sebagai tempat tinggal warga masyarakat, tempat tinggal penduduk. Contoh nama Desa Karangkates, Karangjati, Karanggede, Karanggeneng dan lain sebagainya.
Sementara untuk menggambar bahwa di masa lalu Jawa Timur itu lebih banyak hutan itu tergambar dalam nama Desa yang menggunakan nama Alas dan Wono sebanyak 130 Desa. Seperti contoh nama desa Alasgung, Alas Tlogo, Alasrejo, Alastengah, Wonorejo, Wonokromo, Wonomulyo dan lain sebagainya.
Lalu nama desa yang menggunakan nama dengan unsur Suko sebanyak 136 desa dan unsur Sido sebanyak 128 Desa di Jawa Timur. Contohnya semisal nama Desa Sukopuro, Sukorame, Sukorejo, Sukosari, Sidomulyo, Sidorejo, Sidotentrem, Sidoraharjo, Sidorukun, Sidopekso dan lain sebagainya.
Sementara nama desa dengan unsur tumbuhan atau pepohonan diantaranya semisal Mojo sebanyak 91 Desa, Jati sebanyak 81 desa, Sambi sebanyak 39 Desa, Pandan sebanyak 36 desa, Tanjung sebanyak 47 Desa, Ploso sebanyak 25 desa, Sekar sebanyak 25 Desa, Kepuh atau Kepoh sebanyak 24 Desa dan Randu sebanyak 24 desa.
Selain nama Desa yang bisa memberikan gambaran sejarah di masa lalu, banyak nama-nama Desa yang kembar identik di Jawa Timur. Nama Desa sama yang menyebar di berbagai Kabupaten di Jawa Timur. Inilah 10 besar data nama Desa yang kembar identik atau nama desanya sama :
1. Desa Sukorejo sebanyak 35 nama Desa menyebar di 21 kabupaten di Jawa Timur.
2. Desa Sidomulyo sebanyak 32 nama Desa menyebar di 20 kabupaten di Jawa Timur.
3. Desa Sidorejo sebanyak 28 nama Desa menyebar di 19 kabupaten di Jawa Timur.
4. Desa Sumberagung sebanyak 26 nama Desa dan Wonorejo sebanyak 26 nama Desa yang menyebar di 15 kabupaten di Jawa Timur.
5. Desa Sumberejo sebanyak 24 nama Desa yang menyebar di 17 kabupaten di Jawa Timur.
6. Desa Karangrejo sebanyak 21 nama Desa yang menyebar di 17 kabupaten di Jawa Timur.
7. Desa Banjarejo sebanyak 18 nama Desa yang menyebar di 9 kabupaten di Jawa Timur.
8. Desa Kedungrejo sebanyak 17 nama Desa yang menyebar di 12 kabupaten di Jawa Timur.
9. Desa Sugihwaras sebanyak 16 nama Desa dan Desa Kebonagung sebanyak 16 nama Desa yang menyebar di 14 kabupaten di Jawa Timur.
10. Desa Banjarsari sebanyak 15 nama Desa di 14 kabupaten, Desa
Tambakrejo sebanyak 15 nama Desa di 14 kabupaten, Desa Purworejo sebanyak 15 nama Desa di 12 kabupaten, dan Desa Karanganyar sebanyak 15 nama Desa di 12 kabupaten Jawa Timur.
Demikian fakta unik nama-nama Desa di Jawa Timur yang bisa menggambarkan masa lalu atau sejarah masa lalu Jawa Timur, serta fakta unik nama-nama Desa yang kembar identik.














