Opini  

Ketika Kesadaran Seolah Keluar dari Tubuh, Siapa Sosok Misterius yang Saya Temui?

Farel Laksamana Ro'uf

Oleh: Farel Laksamana Ro’uf, C.Ht., C.MH

“Saya pernah merasakan seolah-olah keluar dari tubuh sendiri. Bahkan, dalam pengalaman itu, saya bertemu sosok yang mengaku ‘penasaran’. Siapa sebenarnya dia? Sampai sekarang, pertanyaan itu belum terjawab dalam pikiran saya.”

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya ketika pikiran seolah berada di luar tubuh? Bagaimana jika dalam pengalaman tersebut, seseorang merasa melihat tubuhnya sendiri, bahkan bertemu sosok yang tidak dikenalnya?

Mungkin sebagian pembaca menganggapnya mustahil. Sebagian lainnya barangkali pernah mendengar istilah meraga sukma. Namun, izinkan saya menceritakan pengalaman pribadi yang sampai sekarang masih menyisakan banyak pertanyaan.

Nama saya Farel Laksamana Ro’uf. Saya seorang pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap dunia hipnotis, pengembangan diri, dan fenomena kesadaran manusia.

Saya mempelajari hipnotis bukan untuk mencari sensasi, apalagi sekadar menunjukkan kemampuan yang berbeda dari orang lain.

Tujuan saya sederhana: mengenali diri sendiri, melatih kemampuan berpikir, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan bekal untuk masa depan.

Saya bercita-cita menjadi seorang dokter.

Karena itu, setiap pengetahuan yang saya pelajari selalu saya harapkan dapat memberikan manfaat bagi pendidikan, pekerjaan, dan profesi saya kelak.

Perjalanan dari Fundamental hingga Master Hypnotis

Perjalanan saya dimulai dari pendidikan Fundamental Hypnosis, kemudian Advance, hingga Master Hypnotis melalui Indonesian Hypnosis Centre (IHC), yang didirikan oleh Avifi Arka, Ph.D.

Saya juga mengikuti pelatihan Ultra Height dan Out of Body Experience (OOBE). Selain itu, saya pernah belajar di Miftah Academy, termasuk pelatihan C.PS. dan Ice Breaker.

Semakin banyak yang saya pelajari, semakin saya menyadari bahwa kemampuan memahami diri sendiri merupakan perjalanan panjang.

Bagi saya, sertifikat bukanlah akhir dari pembelajaran. Justru setelah memperoleh pengetahuan, muncul tanggung jawab untuk menggunakannya dengan bijaksana.

Ultra Height: Ketika Saya Mencoba Mendengarkan Kebijaksanaan Diri

Setelah mengikuti pendidikan Master Hypnotis, saya berkesempatan mendalami Ultra Height.

Dalam pendekatan yang saya pelajari, Ultra Height dimaknai sebagai upaya mengakses apa yang disebut sebagai kebijaksanaan tertinggi dalam diri.

Secara sederhana, saya memahaminya sebagai proses mendalami pikiran dan kesadaran untuk mencari sudut pandang yang lebih jernih ketika menghadapi suatu persoalan.

Saya pribadi telah beberapa kali menggunakan pendekatan ini untuk merenungkan persoalan yang saya alami sendiri.

Perlu saya tekankan, untuk diri saya sendiri, bukan untuk menilai atau menentukan kehidupan orang lain.

Dari pengalaman tersebut, saya merasa bahwa hasil perenungan saya sering kali mendekati keadaan yang kemudian saya alami.

Bahkan, apabila saya memperkirakannya secara pribadi, tingkat kecocokannya mungkin mendekati 90 persen.

Tetapi sekali lagi, angka itu hanyalah penilaian subjektif saya. Bukan hasil penelitian, bukan pengukuran ilmiah, dan tentu tidak dapat dijadikan jaminan bahwa Ultra Height mampu memprediksi sesuatu dengan ketepatan tersebut.

Justru di situlah saya semakin tertarik mempelajari bagaimana pikiran manusia bekerja.

Apakah yang saya alami merupakan hasil ketajaman intuisi? Apakah berasal dari pengalaman yang tersimpan dalam ingatan? Ataukah ada proses psikologis lain yang belum saya pahami?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat saya terus ingin belajar.

OOBE: Pengalaman yang Terasa Begitu Nyata

Bagian berikutnya mungkin akan membuat sebagian pembaca semakin penasaran.

Saya juga mengikuti pelatihan Out of Body Experience atau OOBE.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman seseorang yang merasa seolah-olah kesadarannya berada di luar tubuh fisiknya.

Dalam masyarakat, pengalaman semacam ini kadang dihubungkan dengan istilah meraga sukma.

Saya pernah mengalami sensasi tersebut.

Dalam pengalaman yang saya rasakan, seolah-olah saya dapat berada di luar tubuh sendiri. Saya merasa bisa mengamati tubuh saya yang masih berada di dalam ruangan.

Sensasinya sangat nyata bagi saya.

Namun, saya juga memahami bahwa sesuatu yang terasa nyata dalam kesadaran seseorang belum tentu membuktikan bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi secara fisik.

Saya tidak ingin memaksakan pembaca untuk mempercayai pengalaman saya.

Saya hanya ingin berbagi tentang apa yang saya rasakan.

Sosok Misterius yang Mengaku “Penasaran”

Ada satu pengalaman yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya dalam pikiran saya.

Ketika mengalami keadaan yang saya kaitkan dengan OOBE, saya merasa bertemu dengan suatu sosok.

Dalam pengalaman tersebut, sosok itu seolah menyampaikan bahwa dirinya sedang “penasaran” dan tidak ingin diganggu.

Saya pun tidak berusaha mengganggunya.

Anehnya, pengalaman itu meninggalkan kesan yang cukup kuat dalam ingatan saya.

Siapa sosok tersebut?

Apakah hanya gambaran yang terbentuk dalam pikiran saya? Apakah bagian dari pengalaman kesadaran yang dipengaruhi ingatan, sugesti, dan imajinasi? Ataukah ada penjelasan lain yang belum saya ketahui?

Sampai hari ini, saya belum memiliki jawabannya.

Saya juga belum dapat mengidentifikasi apa sebenarnya yang saya rasakan ketika itu.

Saya sengaja tidak menyimpulkan bahwa sosok tersebut merupakan makhluk gaib atau entitas tertentu. Sebab, pengalaman pribadi saja tidak cukup untuk membuktikan keberadaan sesuatu di luar diri kita.

Tetapi sebagai pengalaman, saya mengakui bahwa sensasinya sangat berkesan.

Dan mungkin, justru karena belum menemukan jawabannya, rasa ingin tahu saya tentang kesadaran manusia semakin besar.

Pernah Berbincang Bersama Mbah Dul di Radio Malowopati

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, saya berkesempatan hadir dalam program Cakrawala Pagi Radio Malowopati FM 95,8 MHz Bojonegoro bersama penyiar senior Mbah Dul.

Dalam kesempatan tersebut, saya berbagi mengenai perjalanan mempelajari hipnotis, mulai dari Fundamental, Advance, Master, hingga ketertarikan saya pada Ultra Height dan OOBE.

Tema yang kami angkat adalah Hipnotis Profesi Mulia.

Saya ingin masyarakat memahami bahwa hipnotis tidak selalu berkaitan dengan pertunjukan atau hal-hal mistis. Ada aspek komunikasi, relaksasi, sugesti, dan pengembangan diri yang dapat dipelajari secara bertanggung jawab.

Namun, kisah mengenai sosok misterius yang saya ceritakan dalam tulisan ini belum saya sampaikan secara khusus dalam perbincangan pagi tersebut.

Bagi saya, pengalaman itu memerlukan perenungan lebih jauh sebelum dibagikan kepada masyarakat.

Antara Pengalaman, Keyakinan, dan Ilmu Pengetahuan

Sebagai pelajar yang bercita-cita menjadi dokter, saya menyadari bahwa pengalaman subjektif dan pembuktian ilmiah adalah dua hal yang berbeda.

Ilmu pengetahuan mengajarkan kita untuk bertanya, mengamati, menguji, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Pengalaman OOBE dapat terasa sangat nyata, tetapi hingga kini belum terdapat bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa kesadaran seseorang benar-benar dapat meninggalkan tubuh secara fisik.

Hal tersebut tidak menghapus kenyataan bahwa seseorang dapat mengalami sensasi yang luar biasa kuat.

Justru pengalaman seperti ini menarik untuk dipelajari melalui psikologi, neurosains, dan penelitian mengenai kesadaran manusia.

Saya berharap kelak, melalui pendidikan kedokteran, dapat memahami fenomena-fenomena tersebut dengan sudut pandang yang lebih luas.

Saya Tidak Meminta Anda Percaya, Saya Mengajak Anda Berpikir

Kepada para pembaca, izinkan saya menyampaikan sesuatu.

Saya tidak sedang mengajak siapa pun untuk mempercayai seluruh pengalaman yang saya ceritakan.

Saya juga tidak menganggap bahwa apa yang saya rasakan harus sama dengan pengalaman orang lain.

Bisa jadi sebagian pembaca memiliki penjelasan yang berbeda. Bisa jadi ada yang tidak percaya sama sekali.

Dan itu tidak menjadi persoalan bagi saya.

Saya menghargai setiap pendapat selama disampaikan dengan baik.

Saya masih muda, masih belajar, dan masih memiliki perjalanan panjang untuk memahami banyak hal.

Yang saya yakini, semakin banyak kita belajar, semakin kita menyadari betapa luasnya pengetahuan yang belum kita kuasai.

Mungkin pertanyaan terbesar bukanlah apakah saya benar-benar pernah keluar dari tubuh. Melainkan, mengapa pikiran manusia mampu menghadirkan pengalaman yang terasa begitu nyata?

Pertanyaan itu masih saya simpan.

Dan saya berharap suatu hari nanti dapat memahaminya dengan lebih baik.

Saya memohon maaf apabila pengalaman dan pemikiran yang saya sampaikan berbeda dengan pandangan para pembaca.

Tulisan ini murni opini dan pengalaman pribadi saya, bukan kesimpulan ilmiah maupun ajakan untuk membuktikan fenomena tersebut.

Terima kasih kepada para pembimbing dan guru yang telah memberikan ilmu serta kesempatan belajar kepada saya.

Saya Farel Laksamana Ro’uf, C.MH. Seorang pelajar yang sedang belajar memahami dirinya sendiri, mempersiapkan masa depan, dan terus berusaha menggapai cita-cita menjadi dokter.

Salam belajar, salam berpikir, dan salam sukses untuk generasi muda Indonesia.

 

*) Penulis adalah Farel Laksamana Ro’uf, C.Ht., C.MH, Sekretaris DPC PKHI Bojonegoro

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *