Dukung Ekonomi Rakyat Kecil, 9 SPPG di Bojonegoro Tampung Telur Program Gayatri

Kandang ayam petelur milik penerima manfaat Program Gayatri di Bojonegoro
Aktivitas peternakan ayam petelur milik penerima manfaat Program Gayatri di Bojonegoro yang didukung melalui penyerapan telur oleh sejumlah SPPG.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sebanyak 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bojonegoro mulai melaksanakan pembelian telur ayam dari Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan ekonomi peternak lokal sekaligus tindak lanjut atas Surat Edaran Bupati Bojonegoro tentang pembelian telur ayam dari keluarga penerima manfaat Program Gayatri dan peternak ayam petelur lokal.

Data tersebut disampaikan oleh Ach. Jaelani selaku pengelola SPPG AKAS Sumengko Kalitidu. Ia menjelaskan, pembelian telur dilakukan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri dengan harga minimal Rp25 ribu per kilogram sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen.

Adapun daftar SPPG yang telah melaksanakan pembelian telur Program Gayatri yakni:

  1. SPPG Jamberejo Kedungadem
  2. SPPG Tanjungharjo 02 Kapas
  3. SPPG Sambeng Kasiman
  4. SPPG AKAS Sumengko Kalitidu
  5. SPPG Simorejo 2 Kanor
  6. SPPG Al-Aly Mayangrejo Kalitidu
  7. SPPG Gendhis Dander 03 Dander
  8. SPPG Kendung Kedungadem
  9. SPPG Dukohkidul 01 Ngasem

Ach. Jaelani mengatakan, upaya tersebut dilakukan agar antara SPPG dan Program Gayatri dapat saling mendukung dan bersinergi dalam memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

“Kami upayakan bisa saling support dan sinergi antara SPPG yang berada di wilayah Bojonegoro dengan program Gayatri Pemkab Bojonegoro,” ujar Ajhay Kuchay sapaan akrabnya. Senin (11/05/2026).

Elfia Nuraini Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro pada suatu kesempatan (Dok/JagatSembilan)

Sementara itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, mengapresiasi langkah sejumlah SPPG yang telah mulai menyerap telur dari Program Gayatri. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan Surat Edaran Bupati Bojonegoro terkait pembelian telur ayam dari peternak lokal dan penerima manfaat Program Gayatri.

“Surat edaran Bupati tentang pembelian telur Gayatri ini dapat menjawab langkah yang diambil saat harga telur anjlok agar harga telur tetap stabil dan sesuai minimal HAP, yaitu Harga Acuan Pembelian di tingkat peternak penerima Gayatri minimal Rp25 ribu. Dengan harga tersebut diharapkan bisa membantu keberlanjutan Program Gayatri,” terang Elfia Nuraini.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, SPPG, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga penyerapan hasil produksi peternak lokal tetap berjalan dan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil di Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *