JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Dander berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mobile HarmoniKU Berbasis Teknik Nonviolent Communication (NVC) untuk Mitigasi Konflik Rumah Tangga, Jumat (21/8/2026)
Kegiatan ini bertempat di kantor MWCNU Dander turut desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, diikuti oleh sejumlah kader Fatayat NU dari berbagai ranting se-Ancab Dander. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya memberikan edukasi dan pendampingan kepada kader dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan rumah tangga, khususnya melalui pemanfaatan teknologi dan komunikasi yang sehat.
Ketua MWCNU Dander, K. Suprihadi, dalam sambutannya berharap seluruh kader Fatayat NU mampu mengikuti perkembangan teknologi, khususnya dalam penggunaan gadget dan aplikasi digital.

“Diharapkan semua kader Fatayat NU mampu dalam penggunaan gadget dan dapat mengikuti dengan serius apa yang disampaikan oleh para pemateri terkait aplikasi ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Dander, Lely Setyorini, menyampaikan bahwa kehidupan rumah tangga tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan perbedaan. Karena itu, diperlukan komunikasi yang baik, sikap saling memahami dan menghargai, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara bijaksana.
“Dalam kehidupan rumah tangga tentu ada berbagai tantangan dan perbedaan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik, saling memahami, menghargai, dan menyelesaikan masalah dengan bijaksana sangat diperlukan,” ungkapnya.
Menurut Lely, hadirnya aplikasi HarmoniKU diharapkan dapat menjadi salah satu sarana edukasi dan pendampingan bagi keluarga. Aplikasi tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh informasi dan meningkatkan pemahaman mengenai kehidupan berumah tangga sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi atau pencegahan perceraian, khususnya bagi seluruh anggota Fatayat NU se-Ancab Dander.

“Semoga kita bersama-sama dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, penuh kasih sayang dan keberkahan,” tambahnya.
Materi pelatihan juga disampaikan oleh Giati Anisah, Dosen UNUGIRI dari Grabagan-Tuban, yang aktif dalam bidang penelitian pendidikan, inovasi pembelajaran, dan bahasa. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Kecamatan Dander sebagai salah satu lokasi kegiatan dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah yang menjadi salah satu penyumbang angka perceraian cukup tinggi di Kabupaten Bojonegoro.
Menurutnya, persoalan rumah tangga tidak selalu disebabkan oleh faktor ekonomi, hadirnya orang ketiga, maupun persoalan lainnya. Salah satu faktor yang sering menjadi akar masalah adalah kurangnya komunikasi antara pasangan.
“Bukan hanya masalah ekonomi, orang ketiga, dan faktor lainnya. Kebanyakan persoalan juga berawal dari kurangnya komunikasi. Karena itu, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi dan informasi bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang harmonis, saling memahami, serta mampu menghadapi berbagai permasalahan keluarga dengan bijaksana,” jelasnya.
Melalui materi “HarmoniKU – Merajut Harmoni”, para peserta diajak memahami pentingnya komunikasi, keharmonisan, serta peran bersama dalam menjaga keutuhan keluarga. Pemanfaatan inovasi dan teknologi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mendukung upaya mitigasi berbagai permasalahan rumah tangga yang berpotensi berujung pada perceraian.
Dalam kegiatan tersebut, peneliti Ririn Fauziyah, juga turut terlibat dalam pengembangan dan pengenalan aplikasi HarmoniKU. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi media yang mudah diakses masyarakat untuk mendapatkan edukasi seputar komunikasi dan kehidupan keluarga.
Dengan adanya aplikasi HarmoniKU, masyarakat diharapkan semakin memiliki bekal pengetahuan dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, penuh kasih sayang, saling menghargai, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan rumah tangga secara bersama-sama.
Salah satu peserta, Dewi Ainun Jariyah dari Ranting Kunci, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai program yang dituangkan dalam aplikasi HarmoniKU cukup menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Cukup menarik program yang dituangkan dalam aplikasi HarmoniKU dari UNUGIRI dalam mewujudkan keinginan dan cita-cita bersama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah di Kecamatan Dander,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan aplikasi semata, tetapi dapat diteruskan melalui pemanfaatan HarmoniKU oleh para kader Fatayat NU di masing-masing ranting. Dengan komunikasi yang baik, pemahaman yang kuat, serta pendampingan yang tepat, keluarga harmonis dan bahagia diharapkan semakin banyak terwujud di tengah masyarakat.
Harmoni keluarga adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi, pemahaman, dan pendampingan yang tepat, keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dapat diwujudkan.(Laela)













