JagatSembilan.com | Bojonegoro — Wisuda Sarjana Strata 1 (S1) Universitas Bojonegoro (Unigoro) ke-41 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung semarak dengan prosesi yang berbeda dari biasanya, Selasa (6/10/2026). Sebelum wisuda dimulai, jajaran senat Unigoro bersama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dan Cantika Wahono dikirab menggunakan kereta kuda menuju kampus Unigoro hingga menarik perhatian masyarakat dan viral di media sosial.
Kirab tersebut menjadi pembuka rangkaian wisuda yang diikuti sebanyak 581 wisudawan dari berbagai program studi di Unigoro.
Wabup Apresiasi Inovasi Unigoro
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Unigoro dalam setiap pelaksanaan wisuda. Menurutnya, kreativitas tersebut dapat menjadi peluang bagi munculnya para kreator dari lingkungan kampus.
“Kalau dulu perang melawan penjajah, kali ini adalah perang menguasai medsos. Seperti yang dilakukan oleh Unigoro. Inovasi ini adalah awal dari munculnya kreator-kreator dari Unigoro untuk membaca peluang,” pujinya.
Nurul juga berpesan kepada 581 wisudawan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah dapat diaplikasikan kepada masyarakat maupun di dunia kerja.
Menurutnya, kontribusi lulusan perguruan tinggi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro, khususnya dari sektor pendidikan.
581 Wisudawan dari Sembilan Program Studi
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., dalam sambutannya melaporkan jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 581 wisudawan.
Rinciannya, 97 wisudawan dari Program Studi Hukum, 134 wisudawan dari Program Studi Administrasi Publik, 65 wisudawan dari Program Studi Agribisnis, dan 120 wisudawan dari Program Studi Ekonomi Pembangunan.
Selanjutnya, 13 wisudawan berasal dari Program Studi Manajemen Ritel, 114 wisudawan dari Program Studi Teknik Sipil, empat wisudawan dari Program Studi Ilmu Lingkungan, 32 wisudawan dari Program Studi Teknik Industri, serta dua wisudawan dari Program Studi Kimia.
Rektor Unigoro menyampaikan apresiasi atas capaian para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Unigoro. Saudara adalah lulusan terbaik dari yang terbaik lainnya. Selamat atas gelar akademik yang telah diraih dan berbagai kompetensi yang dimiliki. Semoga bisa memberi kontribusi untuk negara dan bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.
Cantika Wahono Dorong Wisudawan Rawat Potensi
Sementara itu, Ketua TP PKK Bojonegoro sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Assoc. Prof. Dr. Sri Budi Cantika Yuli, berkesempatan menyampaikan orasi ilmiah dalam rangkaian wisuda tersebut.
Dosen yang akrab disapa Cantika Wahono itu mengajak para wisudawan Unigoro untuk terus merawat potensi, menggerakkan inovasi, dan mewujudkan prestasi.
“Bojonegoro tidak akan dikenang hanya karena besarnya kekayaan yang tersimpan di bawah tanahnya. Tetapi karena prestasi manusia yang hidup dan berkarya di atas tanahnya. Kita merawat potensinya, menggerakkan inovasinya, dan mewariskan prestasi yang lebih besar daripada yang kita terima,” paparnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari orasi ilmiah yang disampaikan kepada para lulusan agar capaian akademik yang telah diraih dapat dilanjutkan dengan kontribusi nyata.
Wisudawan Berprestasi Raih Penghargaan
Wisuda Unigoro ke-41 juga menjadi momentum pemberian penghargaan kepada sejumlah wisudawan yang meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Salah satunya Moch. Sukoco, SH., wisudawan Program Studi Hukum yang menerima dua penghargaan sekaligus. Ia tercatat sebagai lulusan terbaik Program Studi Hukum dengan IPK 3,95, sekaligus penerima pendanaan Kemendiktisaintek PKM 2024.
Kisah Sukoco juga diabadikan dalam sebuah film dokumenter yang diputar dalam rangkaian kegiatan wisuda. Film tersebut turut mengundang haru para hadirin yang mengikuti prosesi wisuda Unigoro ke-41.
Rangkaian wisuda tersebut tidak hanya menjadi momentum pengukuhan ratusan lulusan, tetapi juga menjadi ruang bagi Unigoro untuk menampilkan inovasi, memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi, serta mendorong para lulusan agar terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(Red)













