PC Pagar Nusa Bojonegoro Kukuhkan 2100 Anggota Tetap, Dihadiri Bupati dan Forkopimda

Pengukuhan 2.100 anggota tetap PC Pagar Nusa Bojonegoro
PC Pagar Nusa Bojonegoro mengukuhkan 2.100 anggota tetap di Sport Center DPRD Bojonegoro, Minggu (6/9/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Bojonegoro mengukuhkan 2.100 anggota tetap dalam kegiatan yang berlangsung di Sport Center DPRD Bojonegoro, Minggu (6/9/2026). Pengukuhan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Pagar Nusa, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam proses kaderisasi PC Pagar Nusa Bojonegoro. Sebanyak 2.100 anggota tetap mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali ijazahan sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan acara seremonial dan sambutan-sambutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, Kapolres Bojonegoro yang diwakili Wakapolres, jajaran Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa, Pimpinan Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Timur, serta Ketua PC Pagar Nusa Bojonegoro Bisri Choiron beserta jajaran.

Dari unsur PCNU Bojonegoro hadir KH. Maimun Syafi’i selaku Rais Syuriah PCNU Bojonegoro dan dr. Hernowo sebagai perwakilan Tanfidziyah PCNU Bojonegoro.

Turut hadir Ketua Dewan Khos Pimpinan Pusat Pagar Nusa KH. Badrul Zanal Abidin, keluarga Dalem Lirboyo Gus Muhtadi Makmun, serta pelatih pusat Pondok Pesantren Lirboyo Ali Kambuna.

Dalam rangkaian acara, sambutan disampaikan secara berjenjang dari jajaran internal Pagar Nusa, mulai dari Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Cabang. Selain itu, sambutan juga disampaikan Kapolres Bojonegoro yang diwakili Wakapolres dan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi semangat Pagar Nusa Bojonegoro dalam membina ukhuwah Islamiah sekaligus menjaga kerukunan antarpersilatan di Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Setyo Wahono, hubungan baik antarpendekar Pagar Nusa maupun dengan perguruan silat dari organisasi lain menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

“Alhamdulillah tidak ada miss di Bojonegoro. Baik sesama pendekar Pagar Nusa atau dengan perguruan silat dari organisasi lain,” terang Setyo Wahono.

Ia berharap semangat ukhuwwah tersebut terus dipertahankan. Pencak silat, menurutnya, tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan bela diri dan prestasi, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun karakter serta memperkuat persatuan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PC Pagar Nusa Bojonegoro Bisri Choiron menegaskan bahwa kegiatan pengukuhan tersebut diikuti murni oleh anggota tetap yang akan dikukuhkan. Tidak ada massa penggembira yang dikerahkan dalam kegiatan tersebut.

“Yang hadir dalam kegiatan ini murni anggota tetap yang akan dikukuhkan, tidak ada penggembira. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Mbah Bisri sapaan akrabnya.

Menurut Mbah Bisri, kelancaran kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pagar Nusa Bojonegoro untuk membangun tradisi pencak silat yang mengedepankan ukhuwwah, ketertiban dan perdamaian.

“Pagar Nusa bertekad untuk menjadi pelopor perdamaian pencak silat. Kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga bagaimana menjaga ukhuwwah, menghormati perguruan lain dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman serta kondusif,” tegasnya.

Bisri menambahkan, seorang pesilat harus mampu membawa ketentraman bagi lingkungan di sekitarnya. Karena itu, kemampuan bela diri harus diiringi dengan akhlak, kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.

“Seorang pesilat harus mampu memberikan ketentraman bagi lingkungannya, bukan justru malah meresahkan lingkungannya,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus ditanamkan kepada seluruh anggota Pagar Nusa. Para anggota yang dikukuhkan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dalam seni bela diri, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjaga ukhuwwah dan kerukunan di tengah masyarakat.

“Menjadi pendekar itu bukan hanya soal kuat secara fisik. Yang lebih penting adalah kuat dalam menjaga diri, menjaga ukhuwwah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Bisri.

Pengukuhan 2.100 anggota tetap tersebut berlangsung aman dan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan kaderisasi Pagar Nusa Bojonegoro serta peneguhan komitmen untuk turut menjaga ukhuwwah dan perdamaian di lingkungan pencak silat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *