JagatSembilan.com | Bojonegoro – Jalan Sehat Bersarung yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro berlangsung meriah dengan diikuti sekitar delapan ribu peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (25/10/2026). Acara itu merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri PCNU Bojonegoro.
Kegiatan tersebut mengambil titik start dan finish di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri), Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bojonegoro. Acara dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.
Sejumlah jajaran pengurus PCNU Bojonegoro turut hadir, di antaranya Rais Syuriah PCNU Bojonegoro KH Maimun Syafi’i, Ketua PCNU Bojonegoro dr. Kholid Ubed, Katib Syuriah PCNU Bojonegoro KH Hilmi Aljumadi, serta Sekretaris PCNU Bojonegoro Moh. Zainudin, Ahmad Jakfar Almansur Wakil Ketua PCNU Bojonegoro serta Ketua Panitia Hari Santri PCNU Bojonegoro.
Hadir pula pimpinan lembaga dan badan otonom (Banom) di bawah naungan PCNU Bojonegoro, serta ribuan peserta dari berbagai Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Bojonegoro.
Ketua PCNU Bojonegoro, dr. Kholid Ubed, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjaga kesehatan merupakan kebiasaan yang perlu terus dibangun oleh masyarakat. Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan bangsa yang kuat.
“Kita terbiasa melakukan upaya untuk sehat,” ujar dr. Kholid Ubed.
Dokter Ubed, sapaan akrabnya, juga menekankan pentingnya semangat masyarakat dalam membangun bangsa.
“Negara yang kuat selalu dimulai dari rakyatnya yang semangat,” katanya.
Bupati Tekankan Makna Sarung dan Semangat Santri
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya mengaitkan kegiatan Jalan Sehat Bersarung dengan nilai perjuangan pesantren dan santri dalam membangun bangsa.
Ia menjelaskan bahwa sarung bukan sekadar pakaian, melainkan juga simbol kesederhanaan, kesantunan, kedisiplinan, serta identitas budaya yang telah berkembang di tengah masyarakat.
“Karena dengan sarung itu menjadi simbol kesederhanaan, kesantunan, kedisiplinan dan juga identitas budaya telah yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ungkap Setyo Wahono.
Bupati juga mengajak para santri untuk terus menjaga kesehatan, meningkatkan prestasi, memperluas wawasan, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
“Maka santri harus tampil sederhana, harus sehat, harus berprestasi dan berwawasan luas, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan selalu menjaga kedamaian dan persatuan,” tuturnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air) sebagai bagian dari semangat keimanan, menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan, merawat kerukunan dan membangun negeri merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Bupati Setyo Wahono kemudian membuka kegiatan Jalan Sehat Bersarung dengan mengucapkan basmalah.
Ada Ratusan Doorprize dan Hadiah Umrah Gratis
Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi warga Nahdliyin, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian kupon undian gratis kepada peserta. Panitia menyediakan ratusan doorprize yang diundi untuk menambah semarak acara.
Hadiah utama dalam kegiatan tersebut berupa umrah gratis, yang diberikan oleh Kanufaza, unit bisnis PCNU Bojonegoro. Hadiah ini menjadi salah satu daya tarik bagi peserta yang mengikuti jalan sehat sejak titik keberangkatan hingga kembali ke lokasi finis.
Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Layanan tersebut antara lain berupa pemeriksaan kadar gula darah dan sejumlah pemeriksaan kesehatan lainnya.
Kehadiran layanan kesehatan gratis ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.
Melalui kegiatan Jalan Sehat Bersarung, PCNU Bojonegoro tidak hanya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan warga Nahdliyin, serta meneguhkan nilai kesederhanaan dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.(Red)













