JagatSembilan.com | Bojonegoro – Munculnya sumber mata air bening di lokasi proyek pembangunan embung Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, disambut rasa syukur warga setempat. Mengetahui adanya sumber air yang terus mengalir, warga berinisiatif melakukan upaya pelestarian agar mata air tersebut tetap terjaga dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Upaya pelestarian itu dilakukan secara swadaya dengan memasang batu yang ditata melingkar menyerupai sumur di dalam embung. Selain itu, warga juga menyiapkan material deker untuk dibuat sebagai tempat khusus keluarnya air dari sumber mata air tersebut.
Sucipto, salah satu tokoh masyarakat Desa Mojoranu, mengatakan warga bersyukur atas pembangunan embung yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sebab, dalam proses pengerjaan proyek tersebut justru ditemukan sumber mata air berwarna kebiruan dengan kondisi air yang tampak jernih dan segar.
Menurutnya, kemunculan sumber air tersebut mendorong warga untuk berinisiatif menjaga dan melestarikannya melalui pembangunan tempat khusus di sekitar titik keluarnya air.
“Jadi ini murni warga sini ingin melestarikan sumber ini dengan memasang batu dan deker, supaya mata air tidak tersumbat tanah,” terang Sucipto saat ditemui di lokasi, Senin (2/11/2026).
Di lokasi, tampak sebuah mesin diesel digunakan untuk menyedot air dari titik sumber mata air di dalam embung. Air yang disedot kemudian dialirkan ke sisi barat lokasi. Setelah air terkuras, warga berencana melanjutkan pekerjaan dengan menata batu dan memasang deker.
Sucipto, yang akrab disapa Pak Cip, mengungkapkan bahwa sumber mata air tersebut memiliki aliran yang terus keluar meskipun airnya disedot menggunakan mesin.
“Ini kita sedot dan dialirkan ke sana (sambil menunjuk arah barat), nggak habis-habis,” ungkapnya.
Sementara itu, Mas Pri, Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Mojoranu yang juga berada di lokasi, mengatakan warga sepakat untuk merawat sumber mata air tersebut setelah mengetahui keberadaannya saat proyek embung dikerjakan.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan pembelian batu dan deker untuk penataan sumber air berasal dari urunan warga. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat agar sumber mata air yang ditemukan tidak dibiarkan begitu saja.
“Ini biaya pembelian batu dan deker adalah urunan warga. Semoga ini nanti bisa bermanfaat ke depannya,” terang Mas Pri.
Inisiatif warga tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat Desa Mojoranu dalam menjaga potensi sumber daya air yang muncul di lingkungan mereka. Harapannya, keberadaan sumber mata air itu dapat terus terpelihara dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.(Red)













