Tampil Gemilang di Ajang Se-Jatim, Marching Band Gita Nada Nurisma MI Nurul Islamiyah Kedungadem Borong 7 Penghargaan

Marching Band Gita Nada Nurisma MI Nurul Islamiyah Kedungadem meraih tujuh penghargaan di WBL Marching Competition V Se-Jawa Timur.
Grup Marching Band Gita Nada Nurisma MI Nurul Islamiyah Kedungadem berfoto bersama usai meraih tujuh penghargaan dalam WBL Marching Competition V Se-Jawa Timur di Wisata Bahari Lamongan, 1 November 2026.

JagatSembilan.com | Lamongan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Grup Marching Band Gita Nada Nurisma dari MI Nurul Islamiyah Kedungadem sukses memborong sejumlah penghargaan dalam ajang WBL Marching Competition V Se-Jawa Timur yang digelar di Wisata Bahari Lamongan (WBL), pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Kompetisi tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Anniversary Wisata Bahari Lamongan (WBL) ke-22. Ajang bergengsi ini diikuti 26 grup marching band dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sumenep, dan Jombang.

Dalam kompetisi tersebut, Gita Nada Nurisma tampil gemilang dengan meraih sejumlah prestasi di berbagai kategori perlombaan. Bahkan, grup marching band asal Kedungadem ini berhasil membawa pulang tujuh penghargaan, yakni:

  1. Juara 1 Street Parade Junior Elektrik.
  2. Juara 1 Analisa Musik.
  3. Juara 1 Color Guard.
  4. Juara 1 Visual Effect.
  5. Juara 2 Drum Major.
  6. Juara 2 Kirab/Konser Terfavorit Se-Jawa Timur.
  7. Juara Umum 3 Street Parade Junior Se-Jawa Timur.

Capaian tersebut disambut penuh rasa syukur dan kebanggaan oleh keluarga besar MI Nurul Islamiyah Kedungadem.

Kepala Madrasah, Harianto, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak-anak didiknya. Ia juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para guru, pelatih, serta seluruh pihak yang telah mendampingi dan mendukung persiapan kompetisi.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas prestasi yang telah diraih anak-anak. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada wali murid,seluruh guru dan pelatih yang selama ini dengan tekun mendampingi serta membimbing anak-anak,” ucap Harianto.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan guru pendamping yang diwakili Rosyidatul Mualimah, S.Pd. Ia mengaku tidak menyangka perjuangan dalam waktu persiapan yang relatif singkat mampu membuahkan hasil luar biasa.

Menurutnya, persiapan kompetisi hanya dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Waktu tersebut tentu bukan hal yang mudah, terlebih mereka harus mempersiapkan diri untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Dalam waktu satu bulan, tentu bukan waktu yang lama untuk mempersiapkan dan mendampingi anak-anak berlatih. Apalagi ini kompetisi tingkat Jawa Timur. Hasil yang diraih benar-benar di luar ekspektasi kami,” tuturnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Rosyidatul mengungkapkan rasa bangganya karena anak-anak dari madrasah yang berada di pelosok desa mampu bersaing dengan sekolah-sekolah favorit dan bonafide.

Sementara itu, perwakilan wali murid, Dika Erli Frilian, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh guru serta pelatih yang telah memberikan bimbingan dan pendampingan kepada putra-putri mereka.

“Bagi kami, kemenangan adalah bonus. Yang paling utama adalah melihat kesungguhan dan kerja keras bapak ibu guru serta pelatih dalam mengantarkan anak-anak mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Apalagi mereka mampu meraih prestasi seperti ini. Tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai orang tua,” ungkapnya haru.

Prestasi Gita Nada Nurisma MI Nurul Islamiyah Kedungadem menjadi bukti bahwa keterbatasan wilayah bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Sekolah dari pelosok desa pun mampu berdiri sejajar dan bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan, selama dibarengi semangat, kerja keras, kekompakan, serta pendampingan yang penuh dedikasi.(Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *