Gandeng JRA, MWCNU Sumberrejo Gelar Bakti Sosial Terapi Qur’any, Diikuti 130 Peserta

Bakti sosial JRA bersama MWCNU Sumberrejo diikuti 130 peserta
MWCNU Sumberrejo bersama JRA menggelar bakti sosial Terapi Qur’any dan Tibbun Nabawi di Balai Desa Prayungan, Minggu (1/11/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Lebih dari 130 warga mengikuti kegiatan bakti sosial Terapi Qur’any dan pengobatan Tibbun Nabawi yang digelar oleh MWCNU Sumberrejo dengan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) di Balai Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang dikemas melalui agenda NU Riding tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat pengabdian warga Nahdliyin.

Bakti sosial tersebut diselenggarakan PC YJRA Asy-Syifa’ Menak Anggrung Kabupaten Bojonegoro bersama PAC JRA Kecamatan Sumberrejo, berkolaborasi dengan MWCNU Kecamatan Sumberrejo.

Pelayanan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Pesertanya berasal dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sumberrejo, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi sejak awal hingga berakhirnya kegiatan.

Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua MWCNU Sumberrejo K. Ahmad Wahibullah, Pembina PC YJRA Asy-Syifa’ Menak Anggrung KH. M. Muthohar, serta Kepala Desa Prayungan Lely Yusliani, S.IP.

Turut hadir jajaran pengurus MWCNU, Pengurus Ranting NU, Ansor dan Banser, LAZISNU Desa Prayungan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Sekretaris MWC NU Sumberrejo, H. Mariyanto Abdullah, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, momentum Hari Santri Nasional perlu diisi dengan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung bagi warga.

“Semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk khidmah NU, karena kehadiran organisasi harus bisa dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar H. Mariyanto Abdullah.

Ia juga berharap kolaborasi antara MWCNU, JRA, pemerintah desa, Ansor, Banser, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga kegiatan sosial serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hadirkan Berbagai Layanan Terapi

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan terapi dan pengobatan Tibbun Nabawi yang ditangani para praktisi dan terapis JRA.

Layanan yang disediakan meliputi Terapi Qur’any atau Ruqyah Syar’iyyah, bekam, fasdu, akupunktur, akupresur, pijat, hingga totok api untuk kecanduan.

Para praktisi dan terapis yang terlibat berasal dari berbagai wilayah, di antaranya PAC JRA Kecamatan Kalitidu, Ngambon, dan Sumberrejo.

Keterlibatan para praktisi lintas wilayah tersebut memperlihatkan soliditas organisasi sekaligus semangat berbagi keahlian untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, JRA juga berupaya mendekatkan dakwah Al-Qur’an kepada masyarakat serta mengenalkan berbagai ikhtiar menjaga kesehatan melalui pendekatan terapi sesuai kompetensi masing-masing praktisi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *