JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro menegaskan pentingnya menjaga kesehatan hewan dan manajemen reproduksi ternak sebagai kunci peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Penyuluhan Kesehatan Hewan dan Gangguan Reproduksi Ternak oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair yang digelar di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Senin (26/1/2026).
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro pada kegiatan itu diwakili oleh Elfia Nuraini Sekretaris Dinas (Sekdin). Sementara dari FKH Unair dipimpin langsung oleh Prof Dr Lilik Maslachah, drh., MKes dekan FKH Unair beserta beberapa Profesor serta ada 40 peserta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga.
Dalam sambutannya, Elfia Nuraini Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FKH Universitas Airlangga yang telah berkontribusi mendampingi serta memberdayakan peternak di Kabupaten Bojonegoro melalui pendekatan ilmiah dan aplikatif.
“Sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta kesejahteraan peternak. Namun potensi besar tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan kesehatan hewan yang terjaga dan manajemen reproduksi ternak yang baik,” kata Elfia Nuraini.

Ia juga menjelaskan, berbagai persoalan seperti gangguan reproduksi, kegagalan kebuntingan, hingga penyakit hewan menular masih menjadi tantangan yang kerap dihadapi peternak di lapangan. Menurutnya, jika tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan produktivitas ternak dan kerugian ekonomi bagi peternak.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, para peternak diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai upaya menjaga kesehatan ternak, mengenali gejala gangguan reproduksi sejak dini, serta melakukan langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai.
Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga ahli, petugas lapangan, dan peternak sebagai pelaku utama pembangunan sektor peternakan.
“Kehadiran tim FKH Universitas Airlangga di Desa Palembon dinilai sebagai contoh nyata kolaborasi yang positif antara dunia akademik dan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, para peternak didorong untuk aktif berdialog dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung, tidak hanya menerima materi satu arah, tetapi juga menyampaikan permasalahan riil yang dihadapi di lapangan agar solusi yang diberikan lebih tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas peternak melalui berbagai program, mulai dari penyuluhan, pelayanan kesehatan hewan, inseminasi buatan, hingga pengendalian dan pencegahan penyakit hewan menular.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peternak, meningkatkan produktivitas ternak, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Palembon dan Kabupaten Bojonegoro secara keseluruhan.














