Banser Dander All Out Amankan Haul KH. Ali Syafi’i, Wabup Nurul Azizah Puji Kesederhanaan Sang Kiai

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Dander menunjukkan totalitasnya dalam pengamanan acara Haul KH. M. Ali Syafi’i ke-24 dan Ibu Nyai Hj. Luluatul Fuad ke-4 di Pondok Pesantren Abu Dzarrin Al-Ridwan, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Rabu malam (14/05/2025).

Puluhan personel Banser diterjunkan untuk mengawal para masyayikh, mengatur arus lalu lintas, dan menjaga ketertiban selama rangkaian acara berlangsung. Kegiatan juga diisi dengan Khotmil Qur’an 30 Juz dan bil Hifdzi ke-2 oleh para santri pondok.

Banser lagi melakukan pengawalan masyayikh acara Haul Masyayikh Ponpes Abu Dzarrin Al-Ridwan

Kasatkoryon Banser Dander, Fatkhul Ulum menegaskan bahwa keterlibatan Banser dalam acara keagamaan merupakan bentuk nyata khidmah kepada ulama dan masyarakat.

“Kami hadir sebagai bentuk pengabdian dan penghormatan kepada para masyayikh. Ini juga bagian dari tugas Banser dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ungkap Ndan Ulum, sapaan akrabnya.

Tak hanya pasukan Banser, acara ini juga mendapat dukungan pengamanan dari Polsek Dander, Koramil, Satpol PP, dan Linmas. Kolaborasi ini mendapat apresiasi tinggi karena acara berlangsung tertib dan khidmat.

“Berkat kerja sama seluruh pihak, termasuk Banser Dander, kegiatan berjalan lancar hingga selesai,” tambah Ndan Ulum yang juga mengajar di salah satu SMK di Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah saat memberikan sambutan acara Haul Masyayikh Ponpes Abu Dzarrin Al-Ridwan

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah yang turut hadir memberikan sambutan bahwa dirinya mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang berada di acara lain.

Pada kesempatan itu Nurul Azizah memberikan penghormatan dan menyampaikan kesan mendalamnya terhadap sosok KH. Ali Syafi’i dan Nyai Hj. Lu’lu’atul Fu’ad.

“Beliau berdua merupakan figur orang alim yang sederhana, saya tahu dan mengenalnya,” ujar Bu Nurul dalam sambutannya.

Ia juga mengenang bagaimana KH. Ali Syafi’i menolak pemberian yang diajukan oleh ayahnya, Chozin Mabruri, saat Harmoko masih menjabat sebagai Menteri.

“KH. Ali Syafi’i menolaknya. Beliau sangat sederhana dan kesederhanaan itu diwariskan kepada anak-anaknya,” imbuh Wabup Nurul.

Acara haul juga dihadiri KH. Rojib Ubab Maimoen dari Sarang Rembang sebagai pembicara utama, kepala desa Ngumpakdalem dan Sumbertlaseh, para alumni, wali santri, serta para masyayikh dari luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *