JagatSembilan.com | Bojonegoro — Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Dander melaksanakan tugas pengamanan dalam kegiatan Pengajian Umum Haul Akbar KHM. Dimyathi Adnan ke-36, Ibu Nyai Hj. Umi Nasihah ke-10, Ibu Nyai Halimah ke-6, dan KH. Rojabul Ashob ke-6 yang dirangkaikan dengan Khotmil Qur’an, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan haul akbar tersebut digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Kasatkoryon Banser Dander, Fatkhul Ulum, mengatakan bahwa Banser hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan khidmat. Pengamanan dilakukan mulai dari pengawalan masyayikh, pengamanan jalur lalu lintas, hingga pengamanan area lokasi acara.
“Banser Dander melaksanakan tugas pengamanan sebagai bentuk khidmah kepada ulama dan jam’iyah NU, agar pelaksanaan haul akbar ini berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Fatkhul Ulum.
Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai unsur keamanan menjadi kunci suksesnya pengamanan kegiatan berskala besar tersebut. Banser berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Linmas Desa Ngraseh selama kegiatan berlangsung.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan kondusif. Ini berkat kerja sama yang solid antara Banser, aparat keamanan, panitia, dan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Pengajian umum haul akbar ini menghadirkan KH. Budi Harjono dari Semarang sebagai penceramah utama, serta dihadiri para masyayikh dzurriyah Mbah Dimyathi, di antaranya KH. Naj’ Ulum Dimyathi dan KH. Na’immudin Dimyathi. Turut hadir pula Kepala Desa Ngraseh Maftukhin, S.Th.I beserta jajaran, pengasuh pondok pesantren, alumni Ponpes Nurul Falah, serta tamu undangan dan jamaah haul.
Dalam kegiatan tersebut, Banser Dander menurunkan sejumlah personel, yakni Rozak, Kasmuri, Syafi’i, Miftakhul Huda, dan Syafaruddin, untuk mendukung pengamanan di berbagai titik strategis.
Fatkhul Ulum menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan seperti haul merupakan bagian dari komitmen Banser dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah serta merawat ketertiban dan persatuan umat.
“Banser akan selalu siap hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan NU, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab organisasi,” pungkasnya.














