Bedah Buku, Cara Gusdurian Bojonegoro Peringati Harlah Gus Dur

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Gusdurian Bojonegoro Peringati Harlah Gus Dur kemarin Sabtu malam, (06/09/2024). Acara itu dikemas dengan acara bedah buku “Demokrasi Seolah-olah” karya KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur

Acara itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Drajat Desa Campurejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

Acara itu diikuti oleh 200 peserta, hadir sebagai narasumber Bakhru Thohir perwakilan akademisi, Handoko Sosro Hadi Wijoyo Ketua Bawaslu Bojonegoro.

Hendro Sulistyo Koordinator Gusdurian Bojonegoro mengatakan, peringatan harlah Gus Dur adalah acara rutin tiap tahun.

“Dan biasanya dilaksanakan mulai tanggal 4 sampai tanggal 07 September,” kata Hendro.

Sementara itu, Handoko Sosro Hadi Wijoyo Ketua Bawaslu Bojonegoro dalam sambutannya mengatakan kata demokrasi berasal dari Yunani dua suku kata, yakni Demos dan Kratos.

“Demos berarti Rakyat, sedangkan Kratos berarti Kekuasaan. Jadi arti Demokrasi adalah kekuasaan ditangan rakyat,” terang Handoko.

Sementara itu Bakhru Thohir dalam sambutannya mengatakan, demokrasi ala Gus Dur itu sangat mudah.

Seperti di pondok ini, ketika ada Ketua Kamar yang bisa membagi tugas atau membagi pekerjaan terhadap anggota. Sekecil apapun tugas atau pekerjaan itu harus dibagi secara adil,” kata Bakhru Thohir.

Sementara itu A. Nashir Falachuddin atau Gus Fafa sapaan akrabnya mengatakan senang jika pondok pesantren yang diasuhnya ditempati acara itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *