JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bojonegoro bersama seluruh badan otonomnya menggandeng Mangrove Center dan Kepolisian Republik Indonesia dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. Kegiatan bertajuk “Santri Nusantara Jaga Alam” ini diwujudkan melalui pembagian 1.000 bibit pohon yang dipusatkan di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu (1/11/2025).
Aksi penghijauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN 2025 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 31 Oktober hingga 2 November 2025. Dalam kegiatan ini, seluruh elemen NU mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU, hingga IPPNU bersatu padu bersama jajaran Kepolisian dan perwakilan Mangrove Center untuk menanam bibit di sepanjang Jalan Mangga, Campurejo.
Ketua PAC IPNU Bojonegoro, Felix Aditya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kepedulian santri terhadap masa depan bumi.
“Kami, pelajar NU, merasa terpanggil untuk menjadikan HSN bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga aksi nyata untuk masa depan. Pembagian 1.000 bibit tanaman ini adalah pesan kuat dari pelajar Bojonegoro: santri harus menjadi pelopor gerakan lingkungan,” ujarnya.
Felix menambahkan, sinergi lintas generasi antara Banom NU dan aparat kepolisian menjadi kekuatan besar dalam menumbuhkan kesadaran ekologis di masyarakat.
“Dengan bersinergi bersama Banser, Ansor, Ibu-ibu Muslimat, Fatayat, dan Kepolisian, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Semoga 1.000 bibit di sepanjang Jalan Mangga Campurejo ini menjadi saksi kontribusi abadi kita,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Mangrove Center Bojonegoro, Malik, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi NU Kota Bojonegoro dan Banomnya dalam menggerakkan masyarakat menjaga alam.
“Kami dari Mangrove Center merasa bangga bisa terlibat dalam gerakan hijau ini. Apa yang dilakukan NU dan Banomnya menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bisa dilakukan secara gotong royong. Seribu bibit ini adalah simbol dari semangat menanam harapan dan menjaga keseimbangan alam,” tutur Malik.
Malik juga berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan, tidak berhenti pada momentum HSN semata.
“Kami siap terus berkolaborasi untuk kegiatan penanaman dan edukasi lingkungan ke depan. Alam yang lestari adalah warisan terbaik untuk generasi penerus,” tambahnya.
Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama: meningkatkan kualitas ekologis dengan memperluas ruang terbuka hijau di Desa Campurejo, memperkuat soliditas antara NU dan aparat kepolisian, serta menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini di kalangan pelajar dan pemuda.
Peringatan HSN 2025 di Bojonegoro diharapkan menjadi tonggak lahirnya gerakan berkelanjutan dalam menjaga bumi. Seribu bibit pohon yang ditanam bukan sekadar simbol, tetapi langkah nyata menuju Bojonegoro yang lebih hijau dan sejuk.(Amin)














