JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, hari ini Selasa (20/01/2026) resmi Launching Gedung Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro di Jalan Panglima Sudirman. Gedung itu diharapkan mampu menjadi rujukan studi geologi kelas dunia tidak hanya Indonesia.
Bupati Bojonegoro dalam paparannya mengatakan, dengan diresmikannya Gedung Pusat Informasi Geologi Geopark, Bojonegoro bisa menjadi pusat kajian akademik. Menurutnya, ia pernah bicara dengan rektor UPN, supaya Bojonegoro bisa menjadi rujukan geologi.
“Karena memang jenis geologi yang ada di Bojonegoro banyak sekali jenisnya.
Ia menambahkan, Seperti yang disampaikan oleh Welly Fitrama Sekretaris Geopark tadi, bahwa Bojonegoro mempunyai 21 jenis geologi.
“Selain itu juga ada warisan budaya yang lain. Kedepannya ini nanti bisa menjadi heritage yang bisa dieksplorasi menjadi rujukan dunia, tidak hanya Indonesia,” terang Bupati Wahono.

Dalam acara itu juga dihadiri oleh Vice Presiden Global Geopark Network (GGN) beserta istrinya. Prof. Ibrahim Komoo datang yang datang sejak tanggal Sabtu (17/01/2026) kemarin sudah mengunjungi beberapa lokasi.
Dalam paparannya Prof. Ibrahim Komoo mengatakan, menurutnya Bojonegoro Nasional Geopark sudah mempunyai status yang tinggi. Ia menambahkan, Wonocolo adalah satu-satunya tempat di dunia yang mempunyai hubungan erat antara sumber petroleum dengan manusia.
“Saya diperlihatkan lebih dari 700 sumber, yang berada di sana. Dan sebagian besarnya adalah sumber yang masih aktif yang dijalankan oleh komuniti setempat. Ini sudah tidak ada lagi di tempat lain,” terang Prof. Ibrahim.
Ia juga menerangkan, di Malaysia di Kemiri hal yang sama pernah dilakukan. Tetapi telah di tutup pada tahun 1957.
“Dan selepas itu diambil alih oleh Petronas sepenuhnya. Sekarang yang tinggal hanya sejarah pengerukan minyak bumi oleh masyarakat,” cerita dari Prof. Ibrahim.
Prof Komo mengaku sangat gembira karena adanya hubungan yang baik antara Pertamina dengan masyarakat untuk mengolah minyak bumi.
“Bagi saya adalah suatu warisan sejarah hubungan antara manusia dengan alam yang hanya dapat dijumpai di Bojonegoro,” tambahnya.
Ia juga menerangkan, untuk menjadi UNESCO Global Geopark perlu adanya kerja keras guna memastikan seratus persen semua usaha menjadi nyata.
“Untuk itu kita perlu memastikan seratus persen juga pada penilai yang akan datang empat lima bulan lagi gembira. Dan menulis laporan yang bagus,” tambahnya.

Dalam acara itu juga dilaksanakan pemberian kepada para pihak yang perduli terhadap Geopark yang ada di Bojonegoro.
Acara itu dihadiri oleh, jajaran Forkopimda, para asisten daerah, Kepala OPD dan Bagian serta tamu undangan lain














