Bersama BPP Malo, DPC HKTI Bojonegoro Gelar Pengendalian Hama Tikus di Lahan Percontohan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bojonegoro bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Malo melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus di lahan percontohan, Kamis (21/08/2025). Aksi lapangan ini dipusatkan di Desa Semlaran, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

Puluhan personel gabungan dari HKTI Bojonegoro dan BPP Malo dikerahkan untuk menekan serangan hama tikus yang selama ini menjadi salah satu kendala utama produktivitas petani. Lahan percontohan yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan areal tanam pepaya kalifornia dan alpukat, yang saat ini dalam tahap perawatan intensif.

Sekretaris DPC HKTI Bojonegoro, drg. Sofan Solikin, menyampaikan bahwa pengendalian hama tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak agar hasilnya maksimal.

Fumigasi di lahan percontohan milik HKTI Bojonegoro

“Hari ini kita turun bersama BPP Malo untuk mengendalikan hama tikus di lahan percontohan. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi contoh nyata bagi petani, bahwa penanganan hama harus dilakukan secara kolektif, gotong royong, dan berkesinambungan,” ungkap drg. Sofan Solikin.

Dokter Sofan sapaan akrab dari drg Sofan Solikin menambahkan, keberadaan lahan percontohan di Desa Semlaran diharapkan mampu menjadi pusat edukasi dan praktik bagi petani di wilayah Malo dan sekitarnya.

“Dengan begitu, pola pengendalian hama dapat diterapkan lebih luas di tingkat desa hingga kecamatan,” tambah Dokter Sofan.

Dokter Sofan juga menerangkan, bahwa usaha lain juga diperlukan untuk pengendalian tikus, dengan musuh biologis tikus yakni dengan burung hantu.

“Kedepan dilahan percontohan ini akan kita pasang rumah burung hantu supaya ditempati dan bisa menjadi musuh bagi tikus,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pengurus DPC HKTI Bojonegoro, M. Zaenur Rohman, yang ikut merawat tanaman di lokasi percontohan, menjelaskan bahwa metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pengendalian hama dengan belerang. Cara tersebut umumnya dikenal sebagai fumigasi atau pengasapan.

Photo bersama usai fumigasi

“Fumigasi adalah metode pengendalian hama yang menggunakan gas atau asap untuk membunuh hama, termasuk tikus,” terang Rohman, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, belerang dapat bereaksi dengan udara untuk menghasilkan gas sulfur dioksida yang efektif membunuh tikus maupun hama lainnya.

“Belerang dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam fumigasi untuk mengendalikan hama tikus. Gas sulfur dioksida yang dihasilkan sangat efektif dalam mengurangi populasi hama di lahan pertanian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *